AHY: Sekolah Rakyat Jadi Strategi Putus Rantai Kemiskinan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 16:48
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. ANTARA/Aji Cakti. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. ANTARA/Aji Cakti. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menilai program Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan melalui perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, konsep Sekolah Rakyat memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa membebani orang tua.

“Kita ingin mencetak anak-anak yang unggul, berprestasi, dan memiliki masa depan lebih baik. Inilah salah satu cara memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

AHY berharap para lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, tetapi juga siap memasuki dunia kerja. Ia juga menekankan bahwa pembangunan sekolah ini tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Kaget Tiba-tiba Fasih Bahasa Inggris: Cerita Kakak Bangga Adiknya Belajar di Sekolah Rakyat

“Pembangunan ini harus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar, baik melalui kesempatan kerja maupun penguatan ekonomi lokal,” katanya.

Ia menjelaskan, proyek ini melibatkan tenaga kerja lokal, penggunaan material dari daerah setempat, serta mendorong aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), rumah sewa, dan jasa pendukung lainnya yang berpotensi menggerakkan perekonomian daerah.

AHY juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai target tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan kerja.

“Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan. Ini harus kita jaga bersama sampai tuntas,” katanya.

Baca Juga: AHY Optimistis Pembangunan Sekolah Rakyat Wonolopo Rampung Juni 2026

Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua mencakup 104 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah berharap program ini menjadi instrumen nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat membuka peluang bagi masyarakat miskin untuk memperoleh pendidikan yang layak. Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan akses pendidikan bagi kelompok yang selama ini mengalami keterbatasan.

(Sumber: Antara)

x|close