Ngaku Allah Kedua, Dukun di Magetan Setubuhi Korban Berkedok Ritual Pengobatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 14:04
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi kekerasan pada anak (freepik) Ilustrasi kekerasan pada anak (freepik) (Freepik )

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pria berinisial KS (40), yang dikenal dengan sebutan Jolowos, diduga melakukan tindakan asusila dengan modus pengobatan alternatif di Magetan. Dalam menjalankan aksinya, KS mengaku sebagai sosok sakral hingga menyebut dirinya sebagai Allah, lalu memanfaatkan kepercayaan korban untuk memenuhi hasrat pribadinya.

Kasus ini bermula pada awal tahun 2023 ketika suami korban, LS (43), mengalami stroke. Dalam kondisi tersebut, korban mendapat rekomendasi dari tetangganya untuk menemui KS yang dikenal sebagai “orang pintar” yang diyakini mampu menyembuhkan penyakit.

KS kemudian datang ke rumah korban dan mulai melakukan praktik pengobatan berupa pijat serta pemberian air doa kepada suami korban.

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Aliran Dana ke Ono Surono dalam Kasus Suap Bekasi

Seiring berjalannya waktu, pendekatan yang dilakukan KS berubah menjadi manipulatif. Ia mulai menanamkan keyakinan kepada korban dengan mengklaim dirinya memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa, bahkan melampaui batas kewajaran.

Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menjelaskan bagaimana tersangka membangun pengaruh terhadap korban dengan cara yang tidak rasional.

"Setelah beberapa kali mengobati suami korban, tersangka mengaku Allah kedua dan utusan Allah yang diutus untuk menyembuhkan penyakit suami korban dan menghapus dosa-dosa korban," kata Erik, Kamis (2/4).

Pernyataan tersebut ternyata dipercaya oleh korban. Kepercayaan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh KS untuk melancarkan aksi bejatnya. Ia mengklaim bahwa hubungan seksual merupakan bagian dari ritual pengobatan sekaligus cara untuk membersihkan dosa.

Baca Juga: Infografik: 3 Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

Dalam kondisi tertekan dan percaya pada narasi yang dibangun pelaku, korban akhirnya menuruti permintaan tersebut. Tidak hanya melakukan persetubuhan, korban juga diminta mengirimkan foto tanpa busana sebagai bagian dari ritual yang disebut-sebut dapat menghapus dosa.

"Karena percaya dengan perkataan tersangka, korban menuruti untuk melakukan persetubuhan hingga mengirimkan foto-foto telanjang dengan maksud untuk membersihkan dosa suami dan dosa korban," jelas Erik.

Selain menggunakan tipu daya, KS juga memperkuat kontrolnya dengan ancaman bernuansa mistis. Ia menakut-nakuti korban dengan mengatakan bahwa penolakan terhadap dirinya akan berakibat fatal, termasuk ancaman kehamilan secara gaib melalui kekuatan supranatural yang ia klaim miliki.

Dengan kombinasi manipulasi psikologis, klaim kekuatan ilahi, dan ancaman tidak masuk akal, KS diduga berhasil mengendalikan korban hingga melakukan tindakan yang merugikan dirinya secara berulang. Kasus ini kini menjadi perhatian aparat penegak hukum setelah praktik berkedok pengobatan tersebut terbongkar.

x|close