Ntvnews.id, London - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengumumkan bahwa negaranya akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) internasional pada pekan ini guna membahas upaya pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Dalam konferensi pers pada Rabu, 1 April 2026, Starmer menyebut Menteri Luar Negeri Yvette Cooper akan memimpin pertemuan yang melibatkan para pemimpin internasional. Agenda ini menjadi bagian dari langkah global untuk merespons dampak ekonomi yang semakin memburuk akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Lancarkan Serangan ke Israel dan Fasilitas Militer AS di Timur Tengah
Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak berniat terlibat langsung dalam konflik tersebut. Ia menilai langkah terbaik untuk menekan lonjakan biaya hidup adalah dengan mendorong deeskalasi serta memastikan jalur vital perdagangan energi dunia seperti Selat Hormuz kembali berfungsi normal.
"Untuk itu, kami sedang menjajaki setiap jalur diplomatik yang tersedia bagi kami," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tekanan ekonomi global akan sangat dipengaruhi oleh durasi konflik dan kecepatan pemulihan akses di Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting distribusi minyak dan bahan bakar dunia.
Baca Juga: Inggris Himpun 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz dan Keamanan Maritim
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa, 31 Maret 2026 menyatakan bahwa dirinya “belum sepenuhnya” siap menarik dukungan militer AS dalam upaya menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz. Ia juga mendesak negara-negara sekutu untuk mengambil peran yang lebih besar dalam menangani krisis tersebut.
(Sumber: Antara)
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara pada konferensi pers di London, Inggris, 1 April 2026. Starmer mengatakan bahwa Inggris akan menjadi tuan rumah KTT internasional pekan ini tentang pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. ANTARA/Handout via Xinhua/Lauren Hurley/No. 10 Downing Street (Antara)