Bank Mandiri Terbitkan Global Bond 750 Juta Dolar AS, Diserbu Investor

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 16:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Gedung Menara Mandiri di Jakarta. (ANTARA/HO-Bank Mandiri) Ilustrasi - Gedung Menara Mandiri di Jakarta. (ANTARA/HO-Bank Mandiri) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menerbitkan surat utang global (global bond) senilai 750 juta dolar AS pada Selasa, 31 Maret 2026, di tengah kondisi global yang menantang akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Obligasi tersebut memiliki tenor lima tahun dengan tingkat kupon sebesar 5,25 persen. Penerbitan ini mencatat kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 3,3 kali, yang mencerminkan tingginya minat dari investor internasional.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyampaikan bahwa tingginya minat investor menjadi indikator kuat kepercayaan terhadap fundamental dan kinerja keuangan perusahaan.

“Hasil transaksi ini menunjukkan investor internasional tetap memiliki keyakinan terhadap fundamental Indonesia dan Bank Mandiri di tengah kondisi ekonomi makro dan dinamika geopolitik global yang menantang,” kata Ari.

Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp7,35 Triliun hingga Februari 2026, UMKM Jadi Fokus Utama

Ia menambahkan bahwa dana hasil penerbitan tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan korporasi secara umum guna mendukung ekspansi bisnis perseroan.

Menurut data perusahaan, komposisi investor cukup beragam, dengan porsi terbesar berasal dari fund manager dan asset manager sebesar 85 persen, diikuti sektor perbankan 8 persen, lembaga pemerintah dan sovereign wealth funds 3 persen, perusahaan asuransi 3 persen, serta private bank 1 persen.

Dari sisi wilayah, investor didominasi kawasan Asia sebesar 69 persen, kemudian Eropa, Timur Tengah, dan Afrika/EMEA sebesar 26 persen, serta Amerika Serikat offshore sebesar 5 persen.

Diversifikasi tersebut dinilai memperkuat posisi Bank Mandiri dalam menjaga kepercayaan pasar internasional melalui fundamental yang solid dan strategi pendanaan yang disiplin.

Di tengah tekanan pasar akibat pelemahan pada sesi perdagangan Amerika Serikat, perseroan mengambil langkah hati-hati dengan menunggu momentum yang lebih kondusif saat pembukaan pasar Asia.

Baca Juga: Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen hingga Februari 2026, Ditopang Transaksi Digital

Selain itu, Bank Mandiri juga menerapkan strategi intraday execution untuk membatasi eksposur terhadap risiko pasar sekaligus mengoptimalkan momentum positif yang muncul.

Strategi ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas transaksi serta menarik respons positif dari investor global.

Kinerja ini turut didukung oleh rekam jejak Bank Mandiri sebagai penerbit aktif di pasar internasional serta hubungan yang kuat dengan basis investor, sejalan dengan upaya memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan.

Adapun surat utang tersebut memperoleh peringkat BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, serta tercatat di Singapore Exchange.

Transaksi ini didukung oleh sejumlah lembaga keuangan global, yaitu DBS Bank Ltd., HSBC, J.P. Morgan, Mandiri Sekuritas, serta Standard Chartered Bank yang bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers.

(Sumber: Antara)

x|close