Ntvnews.id, Jakarta - Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia dilaporkan terluka akibat ledakan di fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Insiden ini terjadi di wilayah selatan Lebanon, tepatnya dekat El Adeisse, pada Jumat, 3 April 2026 sore.
Menurut pernyataan dari juru bicara United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Kandice Ardiel ledakan tersebut menyebabkan tiga personel penjaga perdamaian asal Indonesia mengalami luka-luka, dengan dua di antaranya dalam kondisi serius.
"Sore ini, sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius," katanya, dikutip Sabtu, 4 April 2026.
Ketiga prajurit TNI yang menjadi korban telah segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Hingga saat ini, pihak UNIFIL masih belum dapat memastikan sumber atau penyebab ledakan tersebut.
Baca Juga: 2 Prajurit TNI Terluka di Lebanon Dirawat di Beirut, TNI Tunggu Hasil Investigasi UNIFIL
Sejumlah personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL bersujud syukur usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026). (Antara)
Baca Juga: Prancis Kecam Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL, Desak Rapat Darurat DK PBB
"Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut," imbuhnya.
UNIFIL menyebut pekan ini sebagai periode yang sangat berat bagi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik tersebut. Mereka mengingatkan seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menghormati keselamatan personel PBB dan menghindari aktivitas militer di sekitar area operasi.
Insiden ini menambah daftar panjang kabar duka bagi Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon. Sebelumnya, tiga prajurit TNI gugur dalam serangkaian serangan berbeda.
Di antaranya adalah Farizal Rhomadhon yang tewas akibat tembakan artileri. Kemudian, dua personel lainnya, Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ichwan, gugur dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal.
(Sumber: Antara)
Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan pada 24 Oktober 2025. (Antara)