Keributan Brutal di Kafe Toraja Utara Viral, 5 Oknum TNI dan 2 Polisi Diamankan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 11:01
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi kekerasan. Ilustrasi kekerasan. (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Keributan di sebuah tempat hiburan malam di Kabupaten Toraja Utara memicu perhatian luas setelah rekaman kejadiannya tersebar di media sosial. Insiden yang berlangsung di Cafe Valery, Rantepao, pada Kamis (2/4/2026) dini hari itu memperlihatkan suasana yang berubah drastis dari hiburan menjadi kekacauan.

Dalam video berdurasi sekitar dua menit, tampak sejumlah orang terlibat aksi saling serang di dalam kafe. Kursi dan botol minuman digunakan sebagai alat untuk menyerang, memperparah situasi yang sudah memanas. Saat kejadian, para pengunjung sebelumnya tengah menikmati alunan musik DJ sebelum akhirnya keributan pecah.

Bentrok tersebut tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada ruangan karaoke di dalam kafe. Ketegangan semakin meningkat ketika salah satu pengunjung terkena hantaman benda tumpul di tengah aksi saling serang yang berlangsung.

Situasi baru dapat dikendalikan setelah pelayan kafe bersama sejumlah pengunjung lainnya turun tangan untuk melerai pihak-pihak yang terlibat. Setelah upaya tersebut, kondisi di dalam kafe perlahan kembali kondusif.

Baca Juga: Pramono Groundbreaking Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya

Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Infanteri Armal, mengonfirmasi bahwa terdapat keterlibatan lima anggota TNI dalam peristiwa tersebut. Namun, ia menepis anggapan bahwa keributan dipicu oleh persoalan minuman gratis.

“Setelah musik dihentikan, ada salah satu pengunjung yang memprotes. Itu yang memicu perkelahian, bukan karena tidak diberi minuman gratis,” kata Armal saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kelima anggota yang terlibat telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan internal sebelum diproses lebih lanjut oleh Subdenpom Palopo.

“Anggota yang kami amankan ada lima orang dan saat ini ditahan untuk pemeriksaan. Selanjutnya akan diproses oleh pihak POM,” ucapnya.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga melakukan penelusuran terkait dugaan keterlibatan anggotanya dalam insiden tersebut. Kabid Propam Polres Toraja Utara, Iptu Damianus, menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap saksi dan korban masih berlangsung.

“Jika terbukti ada unsur pidana, akan ditangani oleh Reskrim. Sementara Propam melakukan penyelidikan terkait keterlibatan anggota,” ujar Damianus melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga: Harga Emas Antam Senin Merosot di Rp2,8 Juta per Gram

Respons juga datang dari Polda Sulawesi Selatan terkait dugaan keterlibatan oknum Polri dalam peristiwa penganiayaan tersebut. Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Didik Supranoto, menjelaskan bahwa insiden terjadi di sebuah kafe di wilayah Rantepao dan melibatkan sejumlah pengunjung serta aparat.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa korban telah melaporkan kejadian pengeroyokan yang mereka alami kepada pihak kepolisian.
“Berdasarkan informasi awal, terdapat dugaan keterlibatan dua oknum anggota Polri berinisial Aiptu AS dan Bripka IA yang saat ini bertugas di wilayah hukum Polres Toraja Utara. Keduanya diduga berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung,” tutur Didik.

Didik menegaskan bahwa laporan yang masuk sedang ditangani secara profesional dan terbuka. Ia juga memastikan proses pemeriksaan terhadap anggota yang diduga terlibat telah berjalan.

“Terhadap oknum anggota Polri berinisial Aiptu AS dan Bripka IA yang diduga terlibat, saat ini telah dilakukan pemeriksaan oleh Bidpropam. Proses penegakan kode etik dan disiplin akan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Didik.

x|close