A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Wihaji: Keluarga Jadi Kunci Hadapi Bonus Demografi - Ntvnews.id

Wihaji: Keluarga Jadi Kunci Hadapi Bonus Demografi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 21:26
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam dialog Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam dialog (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN

, Wihaji, menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai fondasi kesejahteraan bangsa dalam menghadapi tantangan bonus demografi.

"Keluarga adalah unit terkecil dalam negara, sehingga penguatan unit keluarga menjadi sangat krusial dalam menjawab tantangan bonus demografi. Melalui perencanaan keluarga yang matang, pengasuhan berkualitas, serta penguatan ketahanan keluarga antargenerasi, setiap individu diharapkan dapat tumbuh optimal sejak dini, produktif di usia kerja, hingga sejahtera di usia lanjut," ujar Wihaji dalam dialog “Menuju Kesejahteraan Antar-Generasi” di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Ia menekankan bahwa perubahan struktur penduduk harus direspons melalui kebijakan pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga.

Baca Juga: BKKBN Tekankan Pentingnya Penataan Kota Inklusif Hadapi Lonjakan Urbanisasi

Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi tidak hanya bergantung pada jumlah penduduk usia produktif, tetapi juga kesiapan keluarga dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, berpendidikan, dan mandiri secara ekonomi.

Wihaji juga menambahkan bahwa pembangunan kependudukan dan keluarga perlu dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan siklus hidup, mulai dari pranikah, masa kehamilan, pengasuhan anak, usia produktif, hingga lanjut usia.

Pendekatan ini dinilai penting agar proses transisi demografi di Indonesia mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: BKKBN Libatkan Penyuluh KB Perkuat Peran Keluarga Lindungi Anak di Ruang Digital

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis pada dinamika kependudukan.

Sebagai langkah lanjutan, Kemendukbangga/BKKBN akan terus memperkuat sinergi antar sektor melalui pembangunan keluarga berbasis siklus hidup, guna memastikan setiap tahap kehidupan masyarakat Indonesia dapat berjalan secara optimal, produktif, dan sejahtera.

(Sumber: Antara)

x|close