AS dan Iran Saling Ancam, Israel Tetapkan Status Siaga Tinggi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 10:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara belum mencapai kesepakatan damai. Di tengah situasi tersebut, Israel menyatakan militernya berada dalam kondisi siaga menghadapi kemungkinan pecahnya perang lebih luas.

Kepala Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir, mengatakan pasukan Israel kini berada dalam tingkat kesiapan maksimal menyusul saling lempar ancaman antara Teheran dan Washington.

"Saat ini, IDF (militer) berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap untuk setiap perkembangan," kata Zamir dalam pertemuan seluruh komandan divisi, seperti dikutip dari AFP, Kamis, 21 Mei 2026.

Sebelumnya, Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat meluas ke luar kawasan apabila AS dan Israel kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

"Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan kali ini akan meluas jauh keluar kawasan, dan serangan dahsyat kami akan menghancurkan Anda," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan di situs Sepah News.

Baca Juga: Iran Peringatkan Perang Bisa Meluas ke Luar Timur Tengah Jika AS-Israel Serang Lagi

Ancaman tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington berpeluang kembali menyerang Iran apabila kesepakatan penyelesaian konflik tidak tercapai dalam beberapa hari mendatang.

Sejak perang pecah pada 28 Februari lalu, kedua pihak terus meningkatkan tekanan sambil tetap bertukar proposal guna mengakhiri konflik. Meski demikian, gencatan senjata masih berlaku sejak 8 April.

"Musuh Amerika-Zionis... harus tahu bahwa meskipun serangan dilakukan terhadap kita menggunakan kemampuan penuh dari dua tentara termahal di dunia, kita belum mengerahkan kekuatan penuh revolusi Islam," kata Garda Revolusi.

Ilustrasi - Bendera Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Bendera Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Trump pada Selasa, 19 Mei 2026, juga memberi tenggat waktu singkat sebelum kemungkinan serangan kembali dilakukan jika negosiasi gagal mencapai hasil.

"Saya mengatakan dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, sesuatu, mungkin awal minggu depan, jangka waktu terbatas," katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut memperingatkan konsekuensi bila perang kembali terjadi. Melalui akun media sosial X, ia menulis bahwa "kembalinya perang akan menghadirkan lebih banyak kejutan".

x|close