Dinas KPKP DKI Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Cabai dan Bawang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 11:05
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Komoditas cabai merah keriting yang dijual pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. ANTARA/Harianto Komoditas cabai merah keriting yang dijual pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. ANTARA/Harianto

Ntvnews.id, Jakarta - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, harga sejumlah komoditas pangan di Jakarta mengalami kenaikan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini menembus harga Rp80 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan rutin terhadap harga komoditas pangan strategis, khususnya sektor hortikultura seperti cabai dan bawang.

Berdasarkan hasil pemantauan pada pekan kedua Mei 2026, sejumlah bahan pangan tercatat mengalami lonjakan harga dibandingkan minggu sebelumnya.

Baca Juga: Infografik: Pemerintah Perkuat Distribusi untuk Redam Harga Cabai Rawit

Komoditas dengan kenaikan harga tertinggi adalah cabai rawit merah. Harga cabai jenis ini naik 12,12 persen atau bertambah Rp8.689 per kilogram, dari sebelumnya Rp71.664 menjadi Rp80.354 per kilogram.

Selain cabai rawit merah, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan, di antaranya cabai merah keriting naik 5,61 persen dari Rp52.117 menjadi Rp55.103 per kilogram. Bawang merah naik 3,96 persen dari Rp52.615 menjadi Rp54.697 per kilogram. Cabai merah TW meningkat 3,84 persen dari Rp60.069 menjadi Rp62.375 per kilogram. Hingga cabai rawit hijau turut naik 3,05 persen dari Rp58.166 menjadi Rp59.939 per kilogram.

Hasudungan menjelaskan, salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga cabai dan bawang adalah tingginya curah hujan di daerah sentra produksi. Kondisi cuaca tersebut menyebabkan hasil panen menurun akibat kualitas tanaman yang terganggu serta meningkatnya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Baca Juga: Dari Beras ke Cabai, Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis di 2026

Selain faktor produksi, meningkatnya permintaan pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha juga menjadi penyebab naiknya harga komoditas hortikultura di pasaran.

"Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha juga terjadi peningkatan permintaan pasar sehingga menyebabkan kenaikan harga komoditas cabai dan bawang," ujarnya, dikutip Kamis, 21 Mei 2026.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Jakarta, Dinas KPKP DKI Jakarta terus melakukan pengawasan secara rutin, baik melalui pemantauan langsung di lapangan maupun lewat sistem digital.

Salah satu platform yang digunakan adalah Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ), yang memantau perkembangan harga pangan secara berkala agar masyarakat dapat memperoleh informasi terkini terkait kondisi pasar.

x|close