Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Haji dan Umroh Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 telah mencapai hampir 100 persen. Ia memastikan seluruh aspek teknis, mulai dari penerbitan visa hingga layanan katering, telah diselesaikan.
"Ahamdulillah persiapan sudah hampir 100 persen. Semua sudah selesai, visa sudah keluar, katering dan sebagainya sudah selesai," kata Menteri Haji dan Umroh RI Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Dengan kesiapan tersebut, pemerintah menjadwalkan jemaah haji kloter pertama mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Arab Saudi sehari setelahnya.
"Insya Allah tanggal 21 jemaah haji kloter pertama bisa masuk asrama haji dan 22 berangkat ke Arab Saudi, insya Allah," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Mohammed bin Salman atas dukungan pemerintah Arab Saudi dalam mempersiapkan pelaksanaan haji tahun ini.
Baca Juga: Kementerian Haji: Pelunasan Haji Tahap Pertama Dibuka hingga 23 Desember
Meski demikian, ia menyoroti situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang tengah memanas. Ia berharap kondisi tersebut tidak berdampak pada kelancaran ibadah haji jemaah Indonesia.
"Mudah-mudahan situasi Timur Tengah yang kurang menguntungkan, di mana terdapat banyak terjadi peperangan, tidak akan mempengaruhi persiapan dan keberangkatan jemaah haji kita," kata dia.
Irfan juga mengungkapkan bahwa ketegangan tersebut berdampak pada sejumlah aspek teknis, termasuk lonjakan biaya bahan bakar yang meningkat hampir dua kali lipat. Oleh karena itu, ia berharap semua pihak dapat menahan diri demi kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
"Kami berharap kedua belah pihak bisa mengurangi tensi, sehingga proses ritual haji dari seluruh dunia bisa berjalan dengan khidmat sesuai harapan kita semuanya," demikian kata Menteri Haji dan Umroh RI tersebut.
Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, menegaskan komitmen negaranya untuk terus mendukung dan bekerja sama dengan Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji.
"Kami di Kedutaan Arab Saudi senantiasa terus melakukan upaya-upaya kami untuk berkoordinasi dan bekerja sama, dan juga membantu berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi," kata Dubes Faisal.
Baca Juga: Menhaj Pastikan Persiapan Haji 2026 Berjalan Normal di Tengah Dinamika Timur Tengah
"Tentu kita akan siap untuk memberikan bantuannya demi terlaksananya ibadah haji ini dengan baik dan lancar," imbuh Dubes Faisal.
Ia pun berharap seluruh rangkaian ibadah haji 2026 dapat berjalan sukses, sehingga para jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
"Dari hati yang sangat dalam, mudah-mudahan musim haji tahun ini berjalan dengan baik dan sukses. Kemudian, masyarakat Indonesia, para jemaah haji Indonesia, dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna, kembali ke Tanah Air dengan selamat," demikian katanya.
(Sumber: Antara)
Menteri Haji dan Umroh Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf (kiri) dan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi (kanan) dalam konferensi pers di Kementerian Haji dan Umroh RI, di Jakarta, Selasa (7 April 2026). (ANTARA/Katriana) (Antara)