Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo angkat bicara terkait aksi pengeroyokan yang menimpa seorang petugas pemadam kebakaran di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Insiden tersebut diduga dilakukan oleh kawanan begal dan menimbulkan keprihatinan publik.
Pramono mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut, namun langsung meminta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan dukungan kepada korban serta mengawal proses pelaporan kepada aparat penegak hukum.
Baca Juga: Aksi Begal di Gambir Terekam CCTV, Petugas Damkar Jadi Korban
“Kalau memang betul ada petugas Damkar yang dikeroyok oleh begal dan preman yang ada di Gambir, maka saya minta untuk Satpol PP memberikan support bantuan dan juga melaporkan kepada aparat penegak hukum,” ujar Pramono di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Ia menegaskan bahwa tindakan kriminal seperti ini tidak dapat ditoleransi dan tidak boleh terulang kembali di ibu kota. Menurutnya, keamanan harus menjadi prioritas utama demi kenyamanan seluruh masyarakat.
"Yang seperti ini tidak boleh terjadi karena ini main hakim sendiri. Apa pun negara kita adalah negara hukum," tegas Pramono.
Baca Juga: Respons Pramono Soal Petugas Damkar Kena Begal
Sebelumnya, seorang petugas damkar dilaporkan menjadi korban pembegalan di Jalan Hasyim Ashari, Gambir. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka serta kehilangan sejumlah barang berharga, termasuk sepeda motor dan telepon genggam.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan guna mencegah terulangnya aksi kriminal serupa di wilayah tersebut.
(Sumber: Antara)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Utara, Rabu (7/4/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri. (Antara)