Indonesia Desak PBB Tuntaskan Investigasi Serangan terhadap Pasukan TNI di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 17:13
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) memberi penghormatan kepada jenazah anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (4/4/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/YU/am. Arsip foto - Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) memberi penghormatan kepada jenazah anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (4/4/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/YU/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas rangkaian serangan terhadap personel TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.

Pelaksana Tugas Direktur Perdamaian dan Keamanan Internasional Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Veronica Rompis, menyampaikan bahwa pemerintah telah menerima hasil investigasi awal terkait insiden pada 29 dan 30 Maret 2026.

"Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh," kata Veronica dalam taklimat media di Jakarta.

Baca Juga: PBB Ungkap Penyebab Tewasnya Pasukan UNIFIL di Lebanon

Ia menegaskan bahwa Indonesia juga mendorong agar para pelaku segera diadili serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas serangan terhadap penjaga perdamaian. Meski demikian, hasil yang diterima saat ini masih bersifat awal dan pemerintah masih menunggu laporan investigasi lengkap.

Sementara itu, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengungkapkan satu personel Indonesia gugur pada 29 Maret 2026 akibat tembakan proyektil tank Merkava milik militer Israel. Dua personel lainnya gugur sehari kemudian akibat ledakan alat peledak rakitan (IED) yang diduga dipasang oleh Hizbullah.

Di sisi lain, Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyebut Indonesia baru menerima laporan untuk dua insiden awal, sementara penyelidikan insiden ketiga yang terjadi pada 3 April 2026 masih berlangsung.

Baca Juga: Mentrans Tekankan Kepemimpinan dan Kewaspadaan dalam Misi Perdamaian Dunia di Lebanon

"Kami terus meminta agar insiden ketiga pada 3 April dilanjutkan proses penyelidikannya," kata Yvonne.

Indonesia menegaskan pentingnya investigasi yang transparan dan komprehensif, sekaligus terus memperkuat langkah pengamanan bagi personel yang masih bertugas. Hingga saat ini, tercatat tiga prajurit TNI gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

(Sumber: Antara)

x|close