Irak Buka Kembali Wilayah Udara Usai Gencatan Senjata Iran-AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pesawat Terbang Ilustrasi Pesawat Terbang (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Irak resmi membuka kembali wilayah udaranya mulai Rabu, 8 April 2026, setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlaku selama dua pekan ke depan.

Dilansir dari AFP, Kamis, 9 April 2026, Otoritas Penerbangan Sipil Irak menyampaikan bahwa pembukaan ini dilakukan setelah sebelumnya ruang udara ditutup selama beberapa pekan akibat meningkatnya konflik di kawasan.

Berdasarkan laporan Iraqi News Agency yang dikutip Anadolu, keputusan tersebut diambil seiring membaiknya kondisi keamanan. Sebelumnya, penutupan wilayah udara dilakukan berulang kali sebagai langkah antisipasi terhadap risiko penerbangan sipil di tengah eskalasi konflik.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa mengumumkan kesepakatan penghentian serangan terhadap Iran untuk sementara waktu selama dua pekan.

Baca Juga: Era Prabowo: Petani Makin Sejahtera, Stok Beras Kian Melimpah

Pengumuman tersebut disampaikan kurang dari dua jam sebelum batas waktu yang ditetapkan Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menerima kesepakatan yang diajukan.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel serta sejumlah negara di kawasan, termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS.

Selain itu, Teheran juga sempat membatasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi distribusi energi dunia.

x|close