Trump Ancam Bakal Serang Iran Jika Kesepakatan Dilanggar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 14:24
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Istanbul - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa seluruh kekuatan militer negaranya, termasuk kapal, pesawat, personel, serta persenjataan tambahan, akan tetap disiagakan di sekitar wilayah Iran hingga kesepakatan yang telah dicapai benar-benar dijalankan.

“Seluruh kapal, pesawat, dan personel militer AS, bersama tambahan amunisi dan persenjataan, akan “tetap berada di dalam dan di sekitar Iran hingga kesepakatan nyata yang dicapai sepenuhnya dipatuhi.”

Dilansir dari Anadolu, Kamis, 9 April 2026, Trump juga memperingatkan bahwa jika kesepakatan tersebut tidak dipatuhi, maka Amerika Serikat siap mengambil langkah militer dengan skala yang lebih besar.

“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, yang sangat kecil kemungkinannya, maka ‘penembakan akan dimulai’ dengan skala yang lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga: Demo ‘No Kings’ Meluas di AS, Jutaan Warga Protes Kepemimpinan Donald Trump

Selain itu, Trump menyebut bahwa kesepakatan terkait larangan senjata nuklir sebenarnya telah lama dicapai, meskipun menurutnya terdapat narasi yang menyesatkan mengenai hal tersebut.

“Ia menambahkan bahwa kesepakatan mengenai “tidak ada senjata nuklir” sebenarnya telah dicapai “sejak lama,” meski terdapat “retorika palsu yang menyatakan sebaliknya.”

Ia juga menegaskan pentingnya keamanan jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut.

“Tidak ada senjata nuklir dan Selat Hormuz akan terbuka serta aman,” katanya.

Baca Juga: Iran Buka Selat Hormuz, Donald Trump Tunda Serangan 2 Minggu

Trump menambahkan bahwa untuk sementara waktu, kekuatan militer Amerika Serikat dalam kondisi siaga sambil menunggu perkembangan selanjutnya.

“Untuk sementara, militer besar kami sedang mempersiapkan diri dan beristirahat, serta menantikan langkah berikutnya,” tambah Trump.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa, 7 April 2026. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perjanjian yang lebih permanen guna menghentikan konflik yang berlangsung sejak akhir Februari, termasuk keterlibatan Israel dalam serangan terhadap Iran.

Pengumuman tersebut disampaikan menjelang berakhirnya tenggat waktu yang beberapa kali diperpanjang oleh Trump agar Iran membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz dan menerima kesepakatan, atau menghadapi konsekuensi serius.

(Sumber: Antara)

x|close