Prabowo Dorong Produksi Avtur dari Sawit dan Minyak Jelantah, Siapkan Investasi Besar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 15:42
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden. Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rencana pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar pesawat (avtur) berbasis sumber energi alternatif, seperti kelapa sawit dan minyak jelantah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Dalam sambutannya saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi avtur berbasis nabati. Ketersediaan kelapa sawit yang melimpah dinilai menjadi keunggulan utama, selain pemanfaatan limbah minyak goreng sebagai bahan baku tambahan.

"Sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit. Bahkan avtur nanti itu dari jelantah, dari limbah, dari sisanya minyak goreng, kita bisa olah menjadi avtur," kata Prabowo.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah akan membangun sejumlah pusat pengolahan atau refinery guna mengolah bahan baku tersebut menjadi avtur dalam skala besar.

Baca Juga: Toyota Kaji Etanol Non-Pangan untuk Perkuat Biofuel

"Beberapa saat lagi kita akan buka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini. Kita akan investasi besar-besaran di bidang itu," katanya.

Sebelumnya, dalam taklimat di Istana Kepresidenan Jakarta, Presiden Prabowo juga menilai situasi krisis global akibat konflik dunia justru dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Selain avtur berbasis sawit dan limbah, pemerintah juga mendorong pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) dari komoditas seperti singkong dan jagung sebagai alternatif pengganti solar dan bensin.

"Dan kita bisa dari batu bara, kita bisa menghasilkan solar dan bensin dari batu bara, dari singkong, dari jagung," ucapnya.

Baca Juga: Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Stabil di Tengah Kenaikan Avtur

Menurut Presiden, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi tekanan global, termasuk dalam sektor energi. Ketersediaan sumber daya alam domestik dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas nasional.

"Ternyata setelah mengkaji, kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat," ucap Prabowo.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, pemerintah berharap dapat mempercepat terwujudnya kemandirian energi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika krisis energi global.

(Sumber: Antara)

x|close