Buntut Laporan Warga Dibalas AI, Pramono: JAKI Kita Pantau Tiap Hari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 20:35
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 9 April 2026. Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 9 April 2026. (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aplikasi layanan pengaduan Jakarta Kini (JAKI) tetap terjaga, meski sempat muncul kasus laporan warga yang dibalas menggunakan konten berbasis kecerdasan buatan (AI).

Ia memastikan bahwa jumlah laporan masyarakat melalui aplikasi JAKI tidak mengalami penurunan. Pemprov DKI Jakarta terus memantau aktivitas laporan secara harian untuk menjaga kualitas layanan publik.

"Laporan warga ke JAKI tidak turun, karena JAKI itu kita pantau per setiap hari," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Lebih lanjut, Pramono mengungkap bahwa kasus serupa ternyata sudah pernah terjadi. Ia menyebut pelaku dalam kejadian tersebut adalah orang yang sama, sehingga menandakan lemahnya pengawasan di tingkat kelurahan.

Menurutnya, kurangnya kontrol dari pihak terkait, mulai dari lurah hingga kepala seksi, menjadi salah satu penyebab utama terjadinya pelanggaran tersebut.

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Sebagai bentuk respons cepat, Pemprov DKI Jakarta langsung mengambil tindakan tegas. Lurah Kalisari dicopot dari jabatannya, sementara kepala seksi terkait juga dikenakan sanksi. Tak hanya itu, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang terlibat telah diidentifikasi dan akan diberikan hukuman sesuai rekomendasi Inspektorat.

Guna mencegah kejadian serupa, Pramono berencana menggelar forum town hall yang melibatkan seluruh PPSU dan pihak terkait pengelolaan JAKI. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan evaluasi sekaligus peringatan keras.

"Saya akan menyampaikan dan memberikan memperingatkan kepada siapa pun yang akan melakukan itu sekali lagi, kami tidak akan memberikan maaf. Jadi langsung kami berhentikan," tegas Pramono Anung.

x|close