Ntvnews.id
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi mobilitas pegawai tanpa mengganggu layanan kepada masyarakat.
“Penerapan sistem kerja fleksibel, termasuk WFH, menjadi salah satu cara efektif untuk menekan konsumsi BBM. Bagi yang melayani publik, WFH dilakukan bergantian,” ujar Dadan Hindayana di Jakarta, Jumat, 10 April 2026
Ia menjelaskan, pegawai yang bekerja dari kantor (work from office/WFO) pada hari Jumat akan menjalani WFH pada hari Senin, begitu pula sebaliknya.
Baca Juga: Wamendagri Bima Arya Sidak WFH ASN di Bogor, Pastikan Kinerja dan Layanan Tetap Optimal
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2026 sebagai langkah efisiensi operasional.
Meski bekerja dari rumah, Dadan Hindayana menegaskan bahwa kedisiplinan dan responsivitas pegawai tetap menjadi prioritas utama, terutama dalam menjaga komunikasi selama jam kerja.
Pegawai diwajibkan aktif merespons komunikasi dinas mulai pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat.
Baca Juga: Ingat! ASN WFH Hari Ini 10 April 2026 Kecuali Sektor Strategis, Sukseskan Gerakan Hemat Energi
Selain itu, pegawai diminta merespons pesan pekerjaan maksimal dalam lima menit serta menjawab panggilan telepon sebelum tiga kali nada dering, kecuali dalam kondisi tertentu seperti sedang berada di perjalanan udara.
Melalui kebijakan ini, BGN berharap efisiensi energi dapat tercapai tanpa mengganggu kinerja organisasi, termasuk dalam pelaksanaan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. ANTARA/HO-bgn.go.id/pri (Antara)