Safrizal Bantah Isu Pemerintah Menyerah Tangani Lumpur Banjir di Aceh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 20:28
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Safrizal Zakaria Ali. ANTARA/HO-Satgas PRR Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Safrizal Zakaria Ali. ANTARA/HO-Satgas PRR (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal Zakaria Ali, membantah narasi yang beredar di media sosial yang seolah-olah menyatakan pemerintah menyerah dalam menangani lumpur pascabanjir di Aceh.

Ia menegaskan bahwa proses pembersihan masih terus berlangsung secara intensif dan menunjukkan hasil nyata di lapangan.

Safrizal juga meluruskan pernyataannya terkait istilah “berat” yang sempat disalahartikan oleh sebagian pihak.

Menurutnya, kata tersebut menggambarkan tantangan kerja di lapangan, bukan bentuk keputusasaan.

Baca Juga: Pascabanjir Aceh Tamiang, TNI AD Gerak Cepat Pulihkan Sekolah dan Fasilitas Pendidikan

“Kami perlu tegaskan, bagi kami berat itu bermakna kita harus kerja keras dan tidak pernah menyerah. Semua ini tidak bisa dilakukan secara instan. Jadi semangatnya adalah semangat positif untuk menuntaskan tanggung jawab, bukan bermakna menyerah. Berat itu adalah realita medan yang sedang kami taklukkan bersama,” kata Safrizal dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 10 April 2026.

Berdasarkan data operasional Satgas PRR, dari total 519 lokasi terdampak di Aceh, sebanyak 480 lokasi telah berhasil dibersihkan sepenuhnya.

Sementara itu, 39 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Area yang tersisa umumnya berada di pemukiman padat dan saluran drainase sempit sehingga membutuhkan penanganan manual secara lebih rinci.

Untuk mempercepat proses tersebut, Satgas terus mengoptimalkan dukungan personel di titik-titik krusial.

Di wilayah Aceh Tamiang, personel Praja IPDN telah dikerahkan guna membantu percepatan pembersihan fasilitas umum dan lingkungan warga agar dapat segera digunakan kembali.

Selain itu, Safrizal juga menyampaikan keberlanjutan program Cash for Work (Padat Karya) Tahap II yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat terdampak.

Di Kabupaten Pidie Jaya, khususnya Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program ini tengah berjalan dengan melibatkan total 392 peserta.

Baca Juga: 98 Persen Masjid dan Musala Terdampak Banjir Aceh Telah Berfungsi Kembali

“Kekuatan di Pidie Jaya terdiri dari 300 warga lokal, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta didampingi 12 personel TNI/Polri. Pelaksanaan gelombang pertama sudah berjalan pada 6-8 April, dan akan dilanjutkan kembali pada 14-17 April mendatang. Ini adalah bukti bahwa pemerintah dan masyarakat bahu-membahu di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh di media sosial.

Ia memastikan bahwa seluruh infrastruktur vital serta jalan nasional pada Tahap I telah rampung 100 persen sejak Januari, dan saat ini fokus diarahkan pada pembersihan lingkungan permukiman.

“Data adalah fakta, dan kerja kami adalah nyata. Kami tidak akan berhenti sampai lokasi terakhir benar-benar tuntas. Kami mengajak masyarakat untuk tetap optimis menyongsong tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selanjutnya,” tuturnya.

(Sumber: Antara)

x|close