Ntvnews.id, Gaza - Kelompok pejuang Palestina, Hamas, menuding Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza setelah serangkaian serangan pada Sabtu, 11 April, yang menewaskan sedikitnya tujuh orang.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyebut serangan terbaru di kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah, sebagai “pembantaian mengerikan” setelah enam warga sipil dilaporkan tewas.
“Pendudukan Zionis melakukan pembantaian dengan membunuh enam warga sipil di kamp Bureij. Ini adalah kelanjutan dari perang genosida yang belum berhenti,” ujar Qassem, dikutip dari Anadolu Agency, Senin, 13 April 2026.
Menurut sumber medis, serangan terjadi menjelang fajar dan menyasar kerumunan warga sipil. Selain korban meninggal dunia, sejumlah warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Di lokasi berbeda, satu warga Palestina juga dilaporkan tewas dalam serangan di Beit Lahia, wilayah Gaza utara. Data tim medis mencatat total korban meninggal sejak subuh hingga Sabtu siang mencapai tujuh orang.
Baca Juga: BoP Desak Hamas Rampungkan Kesepakatan Demiliterisasi Gaza Pekan Ini
Hamas pun mendesak negara-negara mediator dan penjamin kesepakatan gencatan senjata untuk segera mengambil tindakan tegas. Qassem menegaskan bahwa Israel harus dipaksa menjalankan fase awal perjanjian, termasuk menghentikan seluruh bentuk pelanggaran sebelum memasuki tahap berikutnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Palestina turut mengecam serangan tersebut dan menyerukan perlindungan internasional bagi warga sipil Palestina serta pemberian sanksi terhadap Israel.
Dalam pernyataannya, kementerian menyebut insiden di Bureij sebagai bagian dari agresi berkelanjutan terhadap rakyat Palestina.
Sejak konflik kembali meningkat pada Oktober 2023, jumlah korban jiwa dilaporkan telah melampaui 72.000 orang, dengan lebih dari 171.000 lainnya mengalami luka-luka.
Meski gencatan senjata yang didukung oleh Amerika Serikat telah berlaku sejak Oktober tahun lalu, kekerasan di lapangan masih terus terjadi. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 749 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka sejak kesepakatan tersebut mulai diberlakukan.
Arsip foto - Militan Hamas Palestina mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa anti-Israel di Kota Gaza, Sabtu (22/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem/wsj/aa. (Antara)