Ntvnews.id, Bandung - Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akibat luapan Sungai Citarum dan anak sungainya sejak Sabtu, 11 April 2026 malam, yang dipicu oleh curah hujan tinggi.
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak mencapai 6.877 kepala keluarga (KK) atau sekitar 19.408 jiwa yang tersebar di beberapa wilayah.
“Hingga kini masih merendam tetapi ketinggiannya berkurang. Total terdampak ada 6.877 KK atau 19.408 jiwa di beberapa wilayah,” katanya, Senin, 13 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa wilayah yang terdampak paling parah meliputi tiga desa dan satu kelurahan, antara lain Kelurahan Pasawahan, Desa Dayeuhkolot, dan Desa Citeureup yang masih tergenang air.
Baca Juga: BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jabar Selama Sepekan
“Wilayah terdampak meliputi tiga desa dan satu kelurahan, diantaranya Dayeuhkolot dan Citeureup,” ujarnya.
Sejumlah warga telah mengungsi di empat lokasi, yakni di area belakang Kantor Desa Dayeuhkolot serta dua titik di Desa Citeureup, yaitu Masjid An-Nur dan Masjid Al Ikhlas.
“Pengungsi tersebar di empat titik, terpusat di shelter (pengungsian) PMI kantor desa dan dua masjid di Citeureup,” kata Asep.
Ia menambahkan bahwa kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, layanan kesehatan, dan perlengkapan darurat telah disiapkan untuk memastikan keselamatan warga selama masa tanggap darurat.
Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang dengan berkoordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan pengerukan sungai guna meningkatkan kapasitas aliran air.
Upaya lain yang dilakukan meliputi peninggian jembatan di titik rawan banjir serta penerapan pendekatan pentahelix dengan melibatkan berbagai pihak dalam mitigasi bencana ke depan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung mencatat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sedikitnya sembilan kecamatan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Banjir Parah di Dayeuhkolot Bandung, Rumah Warga Terendam 2 Meter hingga Atap
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya, menyebut bahwa selain banjir, angin kencang juga menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah daerah.
“Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah akibat diterjang angin atau tertimpa pohon tumbang,” katanya.
BPBD mencatat wilayah terdampak meliputi Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Rancaekek, Majalaya, Arjasari, Katapang, Cangkuang, dan Cimaung di Kabupaten Bandung.
(Sumber: Antara)
Kondisi depan Kantor Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, saat banjir merendam hingga Senin 13 April 2026. ANTARA/Ilham Nugraha. (Antara)