Gencatan Senjata Paskah Usai, Rusia-Ukraina Kembali Saling Serang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Departemen Luar Negeri AS pada Juli 2025 menyetujui kemungkinan penjualan Sistem Rudal HAWK Fase III ke Ukraina. (Anadolu/as) Arsip - Departemen Luar Negeri AS pada Juli 2025 menyetujui kemungkinan penjualan Sistem Rudal HAWK Fase III ke Ukraina. (Anadolu/as) (Antara)

Ntvnews.id, Kyiv - Ukraina dan Rusia kembali terlibat saling serang menggunakan drone setelah gencatan senjata Paskah Ortodoks yang berlangsung selama 32 jam resmi berakhir. Masa jeda konflik tersebut sebelumnya juga diwarnai dengan tudingan pelanggaran besar-besaran dari kedua pihak.

Dilansir dari Al Arabiya, Selasa, 14 April 2026, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan sebanyak 98 drone tempur ke wilayahnya. Dari jumlah tersebut, 87 unit berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Ukraina.

Serangan itu juga dilaporkan menghantam sebuah fasilitas infrastruktur di wilayah tengah-timur Dnipropetrovsk. Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan verifikasi terkait kemungkinan adanya korban jiwa.

Di sisi lain, Rusia mengklaim keberhasilan pertahanannya dalam menghadapi serangan balik dari Ukraina.

"pada 13 April, pasukan pertahanan udara yang bertugas mencegat dan menghancurkan 33 pesawat tanpa awak Ukraina". jelasnya.

Baca Juga: Geger Seorang Sopir Ditangkap Usai Diduga Perkosa Turis Asal Ukraina

Sebelumnya, Kyiv dan Moskow telah menyepakati gencatan senjata yang dimulai sejak Sabtu, 11 April 2026 pukul 16.00 waktu setempat hingga Minggu, 12 April 2026. Namun, seperti kesepakatan serupa pada tahun sebelumnya, kondisi di garis depan yang membentang sekitar 1.200 kilometer hanya mengalami penurunan intensitas pertempuran secara terbatas.

Militer Ukraina menyebut telah mencatat lebih dari 10.000 pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Rusia selama masa gencatan senjata, dengan mayoritas berupa bentrokan di garis depan.

Meski demikian, Kyiv juga menegaskan bahwa "selama periode gencatan senjata yang diumumkan, tidak ada serangan rudal, serangan udara, atau serangan drone (tipe Shahed/Gerbera) yang tercatat".

Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Rusia menuding Ukraina telah melakukan hampir 2.000 pelanggaran selama periode yang sama, menunjukkan bahwa kedua pihak saling menyalahkan atas runtuhnya kesepakatan gencatan senjata tersebut.

x|close