Ntvnews.id, Jakarta - Jagat media sosial tengah diramaikan oleh nama Irawati Puteri. Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini menjadi sorotan setelah muncul tudingan serius terkait dugaan pelanggaran kewajiban sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Polemik bermula dari unggahan akun @kawalirawatiputeri yang secara terbuka membeberkan sejumlah dugaan. Mulai dari isu integritas dalam proses seleksi beasiswa hingga rekam jejak akademik yang dinilai tidak sepenuhnya transparan.
Dalam unggahan yang viral tersebut, akun itu bahkan mendesak Universitas Indonesia untuk membuka dokumen resmi terkait dugaan pelanggaran.
“Mendesak Universitas Indonesia untuk menunjukkan transparansi dan integritas institusi pendidikan dengan membuka serta mempublikasikan isi Keputusan Rektor Universitas Indonesia Nomor 1386/SK/R/UI/2018,” tulis akun tersebut.
Tak hanya itu, tudingan semakin berkembang setelah disebut adanya sanksi akademik berupa skorsing yang dijatuhkan kepada Irawati di masa lalu. Dugaan pelanggaran yang disebut mencakup penggelapan dana, pemalsuan, hingga mark up.
Baca Juga: Iran Tuntut Kompensasi Perang dari Arab Saudi, UEA hingga Qatar
Isu lain yang turut memantik perdebatan adalah aktivitas Irawati setelah menyelesaikan studi di Stanford University. Ia disebut tidak segera kembali ke Indonesia dan justru membangun startup berbasis kecerdasan buatan bernama Legali di luar negeri. Hal ini dianggap sebagian pihak bertentangan dengan kewajiban kontribusi penerima beasiswa LPDP kepada Indonesia.
Menanggapi gelombang tudingan tersebut, Irawati akhirnya angkat bicara. Dalam klarifikasinya, ia menegaskan bahwa dirinya tetap menjalankan kewajiban sesuai aturan yang berlaku.
“Saya selalu transparan terhadap semua aktivitas saya termasuk pendirian Legali. Saya telah dan akan terus melakukan kontribusi dan komunikasi tersebut secara konsisten dan berkontribusi,” ujarnya.
Hingga kini, polemik ini masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Publik pun menanti kejelasan lebih lanjut, baik dari pihak kampus maupun otoritas terkait, untuk memastikan kebenaran dari berbagai tuduhan yang beredar.
Irawati Puteri Penerima LPDP (Instagram)