Ntvnews.id, Washington - Lebih dari 20 kapal komersial tercatat melintasi Selat Hormuz dalam kurun waktu 24 jam terakhir, menurut laporan The Wall Street Journal yang dirilis pada Selasa, 14 April 2026 dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat.
Kapal-kapal tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai dari kapal kargo, kapal kontainer, hingga kapal tanker yang bergerak keluar masuk kawasan Teluk Persia.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa kapal yang tidak memiliki tujuan ke pelabuhan Iran dikecualikan dari kebijakan blokade dan tetap diperbolehkan melintas.
Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Tengah Ketegangan Blokade Selat Hormuz
Sebagian kapal dilaporkan mematikan transponder selama pelayaran sebagai langkah untuk mengurangi risiko potensi serangan dari Iran.
Sebelumnya, pada 11 April 2026, Iran dan Amerika Serikat memulai perundingan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran.
Namun, pada 12 April 2026, Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi menyatakan bahwa negosiasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
Delegasi AS kemudian kembali ke negaranya tanpa hasil.
Di hari yang sama, Donald Trump mengumumkan kebijakan pemblokiran terhadap seluruh kapal yang masuk maupun keluar dari pelabuhan Iran.
Baca Juga: Iran Ancam Tutup Laut Merah Jika Amerika Blokade Kapal Tankernya di Selat Hormuz
Ia juga memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melakukan pelacakan dan pencegatan terhadap kapal-kapal yang melakukan pembayaran kepada Iran agar dapat melintasi Selat Hormuz.
Kebijakan blokade tersebut mulai diberlakukan pada Senin, 13 April 2026 pukul 14.00 waktu setempat.
(Sumber: Antara)
Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa 30 April 2019. ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa. (Antara)