Ntvnews.id, Taheran - Pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Donald Trump terhadap Paus Leo XIV menuai kecaman tajam dari Iran.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan kritik keras atas pernyataan Trump yang dianggap menghina simbol keagamaan sekaligus nilai-nilai kemanusiaan universal.
“Atas nama bangsa Iran yang agung, Penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka," tegasnya dalam unggahan di X, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu, 15 April 2026.
Kecaman serupa juga disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicaranya, Esmail Baghaei, yang menilai pernyataan Trump merusak upaya internasional dalam mendorong perdamaian di tengah konflik global yang masih berlangsung.
“Di era ketika gemuruh bom dan hiruk pikuk para panglima perang dan agresor membebani hati nurani dunia, kata-kata Paus Leo XIV menggemakan seruan mendalam Injil: ‘Berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian’,” ujar Baghaei.
Baca Juga: Istana Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Jakarta Timur
Reaksi keras dari Teheran ini muncul setelah Trump melontarkan kritik tajam kepada Paus Leo XIV, yang dinilainya lemah dalam menghadapi kejahatan, tidak tepat dalam kebijakan luar negeri, serta turut mempertanyakan proses pemilihannya.
Kritik tersebut juga menyoroti sikap Paus dalam berbagai isu global, termasuk konflik yang melibatkan Iran, yang oleh Trump dianggap sarat kepentingan politik.
Menanggapi kritik tersebut, Paus Leo XIV menegaskan bahwa dirinya tidak gentar dan akan tetap menyuarakan penolakan terhadap perang.
Ia menegaskan bahwa sikapnya didasarkan pada prinsip keagamaan, bukan motif politik, serta tidak berniat untuk terlibat dalam perdebatan langsung dengan Trump.
Paus Leo XIV, Kepala Negara Vatikan, memberikan pidato di Aula Cihannuma, Perpustakaan Nasional Kepresidenan, usai pertemuan Masyarakat Sipil dan Delegasi Diplomatik yang diadakan di Ankara, Turki pada 27 November 2025. ANTARA/Do?ukan Keskink?l?ç/Ana (Antara)