Ntvnews.id, Istanbul - Sebuah kapal tanker minyak berukuran sangat besar milik Iran dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dan memasuki perairan negaranya, meskipun Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan pemberlakuan blokade maritim terhadap Iran.
Laporan tersebut disampaikan oleh Fars News Agency pada Rabu, 14 April 2026, yang menyebutkan bahwa supertanker dengan kapasitas sekitar 2 juta barel minyak mentah itu berlayar melalui jalur internasional tanpa menyembunyikan identitasnya. Kapal tersebut tetap mengaktifkan sistem pelacakan selama perjalanan, tanpa upaya penyamaran.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim tersebut. Sebelumnya, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan telah berhasil menghentikan seluruh aktivitas perdagangan maritim yang menuju dan keluar dari Iran.
Baca Juga: AS Klaim Blokade Maritim Iran Efektif, Lalu Lintas Kapal Terhenti dalam 36 Jam
CENTCOM juga menegaskan bahwa kebijakan blokade berlaku bagi semua kapal dari berbagai negara yang melintasi kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman sebagai bagian dari upaya menekan Iran.
Meski demikian, Komandan CENTCOM, Brad Cooper, menekankan bahwa pihaknya tetap menjamin kebebasan navigasi di jalur internasional. Ia menyatakan bahwa pasukan AS “tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran.”
Baca Juga: Kemlu Evakuasi 45 WNI dari Iran, Pemulangan Dilakukan Bertahap hingga 16 April
Langkah blokade ini diambil setelah perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan pada akhir pekan lalu tidak menghasilkan kesepakatan untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari.
(Sumber: Antara)
Kapal-kapal berlayar di Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)