Trump Umumkan Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 07:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pada Kamis, 16 April 2026 pukul 21.00 GMT atau Jumat, 17 April 2026 pukul 02.00 WIB. Kesepakatan tersebut dicapai setelah perundingan yang berlangsung di Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pada Kamis, 16 April 2026 pukul 21.00 GMT atau Jumat, 17 April 2026 pukul 02.00 WIB. Kesepakatan tersebut dicapai setelah perundingan yang berlangsung di Washington. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pada Kamis, 16 April 2026 pukul 21.00 GMT atau Jumat, 17 April 2026 pukul 02.00 WIB. Kesepakatan tersebut dicapai setelah perundingan yang berlangsung di Washington.

“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan yang terhormat Presiden Joseph Aoun dari Lebanon dan perdana menteri Bibi (Benjamin Netanyahu) dari Israel,” kata Trump dalam sebuah pernyataan.

Menurut Trump, gencatan senjata ini bertujuan untuk membuka jalan menuju perdamaian antara kedua negara yang selama ini terlibat konflik. Ia juga menyebut telah menginstruksikan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk berkoordinasi dengan kedua pihak dalam upaya mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

Baca Juga: Trump Ungkap Pemimpin Israel dan Lebanon Lakukan Perundingan Hari Ini

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyelesaikan sembilan perang di seluruh dunia, dan ini akan menjadi yang ke-10,” kata Trump.

Kesepakatan tersebut tercapai setelah delegasi dari Lebanon dan Israel, dengan mediasi Amerika Serikat, menggelar pembicaraan di Washington pada Selasa, 14 April 2026. Namun, kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah tidak ikut serta dalam pertemuan tersebut karena menolak proses tersebut.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyambut positif pengumuman tersebut dan menyebutnya sebagai langkah penting bagi negaranya. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata merupakan tuntutan utama Lebanon sejak awal konflik.

Baca Juga: Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Ganggu Gencatan Senjata

Dalam pernyataannya di platform X, Salam juga menyampaikan apresiasi kepada rakyat Lebanon atas capaian tersebut serta menyampaikan duka cita kepada para korban konflik dan keluarga yang terdampak. Ia turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak internasional.

“(Terima kasih) terutama kepada Amerika Serikat, Prancis, Uni Eropa, dan saudara-saudara Arab kami, terutama Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Yordania,” tulisnya.

(Sumber: Antara)

x|close