Ratusan Orang Ditahan Usai Dua Penembakan Sekolah di Turki

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 11:32
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Penjara Ilustrasi Penjara

Ntvnews.id, Ankara - Pihak berwenang di Turki telah menahan lebih dari 160 orang setelah dua insiden penembakan mematikan di sekolah yang terjadi dalam dua hari berturut-turut.

Para tersangka diduga menyebarkan informasi yang menyesatkan serta memuji aksi penembakan tersebut. Hal ini disampaikan Menteri Kehakiman Akin Gürlek melalui platform X.

Dilansir dari Anadolu, Jumat, 17 April 2026, Gurlek menjelaskan bahwa sebanyak 95 orang diamankan karena menyebarluaskan foto dan video terkait kejadian tersebut, yang dinilai dapat memicu "ketakutan dan kepanikan" di tengah masyarakat. Otoritas juga telah memberlakukan pemblokiran terhadap konten terkait.

Selain itu, sebanyak 35 tersangka lainnya masih dalam pengejaran. Pemerintah juga memblokir akses terhadap 1.104 akun media sosial.

Penyelidikan turut mengungkap adanya akun-akun yang secara spesifik menargetkan sekolah dan memberi sinyal potensi serangan. Sebanyak 67 pengguna akun yang terkait dengan unggahan tersebut telah ditangkap.

Baca Juga: Pramono Siapkan Pasukan Khusus Ikan Sapu-Sapu di Jakarta

Insiden paling mematikan terjadi pada Rabum 15 April 2026, di kota Kahramanmaras, Turki selatan. Seorang remaja berusia 14 tahun menembak mati delapan siswa dan satu guru, serta melukai 13 orang lainnya. Beberapa korban harus dirawat intensif, dengan tiga di antaranya sempat dalam kondisi kritis.

Menurut pihak berwenang, pelaku membawa sejumlah senjata api dan tujuh magazin peluru dalam ransel. Ia kemudian memasuki dua ruang kelas dan melepaskan tembakan secara acak. Senjata tersebut diduga milik ayahnya, seorang mantan polisi, yang kini telah diamankan bersama ibu pelaku.

Rekaman video yang diverifikasi kantor berita AFP memperlihatkan kepanikan di lokasi kejadian, dengan siswa-siswa melompat dari jendela lantai satu dan berlari menyelamatkan diri. Dalam video berdurasi sekitar satu setengah menit itu, terdengar teriakan disertai sekitar 15 kali letusan senjata.

Larangan Pemberitaan dan Kesaksian Warga

Pemerintah memberlakukan pembatasan pemberitaan terkait detail kasus. Sejumlah saksi mata menggambarkan situasi mencekam saat kejadian.

"Anak saya menjadi saksi," kata Ömer Erdag kepada AFP. "Dia berkata, 'Ayah, teman saya terluka'. Ia tidak melihat anak-anak lainnya. Ada banyak darah di dalam."

Rekaman dari kantor berita IHA juga menunjukkan proses evakuasi korban, termasuk jasad yang dibawa ke ambulans, sementara para orang tua tampak menangis di luar sekolah.

Pelaku diketahui tewas, namun penyebab kematiannya masih belum jelas. Gubernur Kahramanmaras Mükerrem Ünlüer menyatakan belum dapat dipastikan apakah pelaku bunuh diri atau tewas dalam situasi kacau saat kejadian. Kejaksaan Agung telah memulai penyelidikan.

Serangan Kedua dan Jejak Digital

Ilustrasi Penembakan Ilustrasi Penembakan

Sehari sebelumnya, Selasa, 14 April 2026, penembakan juga terjadi di kota Siverek, Turki tenggara. Seorang mantan siswa melepaskan tembakan di sekolah lamanya dan melukai 16 orang, termasuk siswa, guru, polisi, dan pegawai kantin, sebelum akhirnya bunuh diri.

Jejak digital pelaku penembakan di Kahramanmaras kini menjadi fokus penyelidikan. Dalam profil WhatsApp-nya, ia diketahui merujuk pada Elliot Rodger, pelaku penyerangan di Amerika Serikat pada 2014.

Sebelumnya, pelaku juga diketahui mengungkapkan rasa frustrasi terkait kehidupan pribadinya. Otoritas kini mendalami kemungkinan keterkaitan antara konten daring dengan aksi kekerasan tersebut.

Gelombang Protes dan Kekhawatiran Nasional

Rangkaian peristiwa ini memicu keprihatinan luas di seluruh negeri. Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyebut kejadian tersebut sebagai "serangan tragis" dan berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh.

Ketua parlemen Numan Kurtulmuş juga menyampaikan duka mendalam. "Hati kami hancur. Kami menyampaikan belasungkawa kepada seluruh bangsa."

Baca Juga: Penembakan di Sekolah Turki, 16 Orang Terluka dan Pelaku Tewas Bunuh Diri

Sekolah-sekolah di Kahramanmaras ditutup sementara, sementara tekanan terhadap pemerintah terus meningkat. Di ibu kota Ankara, lebih dari 3.500 guru turun ke jalan menuntut peningkatan keamanan sekolah dan mendesak Menteri Pendidikan mundur.

"Darah telah menodai profesi saya" dan "Di manakah kalian saat anak-anak tewas?" teriak para demonstran.

Meski penembakan di sekolah tergolong jarang di Turki, insiden ini kembali memicu perdebatan terkait kepemilikan senjata api. Meski diatur ketat, peredaran senjata ilegal disebut masih cukup tinggi di negara tersebut.

x|close