Ibu di Bandung Laporkan Dugaan Percobaan Penculikan Bayi di RSHS ke Polda Jabar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 14:33
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ibu yang nyaris kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Nina Saleha (tengah) saat melaporkan seorang perawat berinisial N atas dugaan percobaan penculikan bayi ke Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Rubby Jovan Ibu yang nyaris kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Nina Saleha (tengah) saat melaporkan seorang perawat berinisial N atas dugaan percobaan penculikan bayi ke Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Rubby Jovan (Antara)

Ntvnews.id, Kota Bandung - Seorang ibu bernama Nina Saleha melaporkan dugaan percobaan penculikan bayi yang terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kepada Polda Jawa Barat. Laporan tersebut ditujukan terhadap seorang perawat berinisial N.

Kuasa hukum Nina, Mira Widyawati, mengatakan laporan dibuat setelah pihaknya berkonsultasi dengan Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta unit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jawa Barat.

“Jadi kemarin Ibu Nina Soleha berniat untuk membuatkan LP, terlapornya perawat N dan barusan kita konsultasi dulu dengan Polda Jabar dan direkomendasikan untuk membuat laporan polisi terkait dengan Pasal 450 dan 452 KUHP,” kata Mira di Bandung, Jumat.

Baca Juga: Perawat RSHS Bandung Dinonaktifkan Usai Insiden Bayi Nyaris Tertukar

Ia menjelaskan bahwa laporan awal tersebut mengarah pada dugaan percobaan penculikan bayi, namun tidak menutup kemungkinan berkembang ke dugaan tindak pidana lain, termasuk TPPO.

“Dikembangkan. Tadi memang arahnya ke situ (TPPO) tapi setelah didiskusikan mungkin untuk awal seperti itu dulu,” katanya.

Mira menegaskan bahwa laporan itu ditujukan kepada individu, bukan kepada pihak rumah sakit. Meski demikian, pihaknya meminta penyidik untuk mengusut secara menyeluruh kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

“Kami ingin CCTV dibuka agar tidak ada polemik. Nanti penyidik yang akan menentukan pihak-pihak mana saja yang perlu dimintai keterangan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait uji DNA, pihak korban masih mempertimbangkan langkah tersebut. Namun demikian, Nina meyakini bayi yang dimaksud merupakan anak kandungnya berdasarkan tanda-tanda yang dikenali.

Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Perawat di RSHS Bandung, Bayi Nyaris Tertukar

Peristiwa ini mencuat setelah Nina membagikan pengalamannya melalui media sosial TikTok. Ia mengaku hampir kehilangan bayinya yang saat itu berada di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung, setelah diduga diserahkan oleh perawat kepada orang yang tidak dikenal saat dirinya sedang meninggalkan ruangan untuk makan.

(Sumber: Antara)

x|close