Trump Klaim Iran Siap Serahkan Uranium yang Diperkaya ke AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 15:50
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden AS Donald Trump. (Anadolu/as) Arsip - Presiden AS Donald Trump. (Anadolu/as) (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran disebut telah bersedia menyerahkan uranium yang diperkaya kepada Amerika Serikat. Informasi tersebut dilaporkan oleh The Washington Post pada Kamis, 16 April 2026.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir dan telah menyepakati hal tersebut.

"Iran tidak memiliki senjata nuklir, dan mereka telah menyetujuinya," kata Trump.

Ia juga menambahkan bahwa Iran telah menyetujui langkah tersebut secara tegas, termasuk menyerahkan material nuklir yang disebutnya berada di bawah tanah.

Baca Juga: Trump Ancam Italia, Hubungan Memanas Imbas Iran dan Kritik Paus

"Iran telah menyetujuinya dengan sangat tegas. Mereka setuju menyerahkan debu nuklir yang berada jauh di bawah tanah, karena serangan yang kami lakukan dengan pesawat pengebom B-2."

Istilah "debu nuklir" yang digunakan Trump merujuk pada uranium dengan tingkat pengayaan tinggi, sebagaimana dijelaskan dalam laporan tersebut.

Ketegangan antara pihak-pihak terkait sebelumnya meningkat setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Sebagai respons, Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Teheran Minta AS dan Israel Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Pejabat Iran

Situasi kemudian berlanjut pada 11 April ketika Iran dan Amerika Serikat mengadakan pembicaraan di Islamabad, setelah Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

Namun demikian, Wakil Presiden AS JD Vance pada 12 April menyebut bahwa perundingan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, dan delegasi Amerika Serikat kembali tanpa hasil.

(Sumber: Antara)

x|close