A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

KNKT Targetkan Laporan Awal Kecelakaan Helikopter PK-CFX Terbit dalam 30 Hari - Ntvnews.id

KNKT Targetkan Laporan Awal Kecelakaan Helikopter PK-CFX Terbit dalam 30 Hari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 22:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga setempat mendokumentasikan kondisi helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya pada Kamis (16/4) sekitar pukul 08.39 WIB. ANTARA/HO-Dokumentasi warga Warga setempat mendokumentasikan kondisi helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya pada Kamis (16/4) sekitar pukul 08.39 WIB. ANTARA/HO-Dokumentasi warga (Antara)

Ntvnews.id, Pontianak - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menargetkan laporan awal (preliminary report) terkait kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dapat diterbitkan dalam waktu 30 hari sejak insiden terjadi.

Investigator KNKT, Dian Saputra, mengatakan laporan awal tersebut akan berisi data faktual hasil temuan di lapangan, termasuk kondisi cuaca hingga performa mesin sebelum kecelakaan.

"Dalam 30 hari kita akan keluarkan laporan awal yang berisi data faktual," kata Investigator KNKT, Dian Saputra di Pontianak, Jumat, 17 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini KNKT belum dapat menyimpulkan penyebab jatuhnya helikopter karena proses investigasi masih berlangsung dan memerlukan analisis lebih mendalam.

Baca Juga: Infografik: Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar

"Untuk penyebabnya saat ini belum bisa kita pastikan. Kita masih menunggu hasil analisis," tuturnya.

Dian menambahkan bahwa helikopter PK-CFX tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan seperti Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR), yang biasanya terdapat pada pesawat komersial. Sebagai gantinya, KNKT mengandalkan engine data recorder untuk menganalisis kondisi teknis mesin, termasuk data oli dan putaran mesin sebelum insiden terjadi.

Selain itu, tim investigasi juga mengumpulkan berbagai bukti tambahan dari lokasi kejadian, termasuk rekaman visual yang dapat membantu proses rekonstruksi peristiwa.

Seluruh data yang diperoleh akan dianalisis secara menyeluruh, termasuk dengan melibatkan pihak pabrikan helikopter di Prancis untuk memastikan ketepatan hasil teknis.

KNKT juga menyebutkan bahwa laporan akhir (final report) yang berisi penyebab kecelakaan serta faktor-faktor pendukung diperkirakan baru akan dirilis dalam waktu hingga 12 bulan.

Baca Juga: Basarnas Evakuasi Seluruh Jenazah Korban Jatuhnya Helikopter Airbus H130 di Kalbar

"Investigasi ini difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan, dengan tujuan menghasilkan rekomendasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang," katanya.

Sebelumnya, helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya pada Kamis (16/4) sekitar pukul 08.39 WIB. Helikopter tersebut membawa delapan orang, terdiri atas dua kru dan enam penumpang, yakni pilot Capt Marindra W, co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang lainnya.

(Sumber: Antara)

x|close