Presiden Kuba Siap Hadapi Ancaman AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Apr 2026, 08:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. (ANTARA/Anadolu/py) Arsip - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id, Havana - Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyatakan bahwa negaranya tidak menginginkan konfrontasi militer dengan Amerika Serikat, namun tetap siap memberikan perlawanan jika situasi tersebut tidak dapat dihindari.

Pernyataan itu disampaikan dalam peringatan 65 tahun deklarasi karakter sosialis Revolusi Kuba.

Dalam pidatonya, Díaz-Canel menegaskan kesiapan negaranya menghadapi berbagai potensi ancaman.

“Kami tidak menginginkannya, tetapi adalah tugas kami untuk bersiap mencegahnya dan, jika tak terhindarkan, untuk mengalahkannya,” ujar Diaz-Canel, sebagaimana dilansir dari AFP, Sabtu, 18 April 2026.

Mengutip laporan PBS News, pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, terutama setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan mengalihkan fokus kebijakan ke Kuba usai konflik Iran. Trump juga sempat mengkritik Kuba sebagai negara yang gagal dan tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga: Usai Iran, Trump Isyaratkan Kuba Bisa Jadi Target Berikutnya

Menanggapi hal itu, Díaz-Canel menilai pernyataan tersebut tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa Kuba bukan negara gagal, melainkan negara yang tengah menghadapi tekanan dari berbagai arah.

Menurutnya, Kuba saat ini mengalami bentuk agresi multidimensi, mulai dari tekanan ekonomi, blokade yang diperketat, hingga krisis energi yang semakin memperburuk kondisi perekonomian dalam beberapa tahun terakhir.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Díaz-Canel menegaskan bahwa Kuba tetap bertahan dengan sistem sosialisme yang dianutnya. Ia juga menyoroti capaian di sektor pendidikan, meskipun banyak tenaga profesional memilih meninggalkan negara tersebut akibat tekanan ekonomi.

Hubungan antara kedua negara hingga kini masih diwarnai ketegangan, meskipun komunikasi untuk meredakan konflik disebut tetap berjalan. Namun demikian, belum ada rincian lebih lanjut terkait hasil dari upaya diplomasi tersebut.

x|close