Konvoi Pasukan Perdamaian di Lebanon Kembali Dihadang Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Apr 2026, 08:24
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer memperingati HUT ke-80 PBB di Naqoura, Lebanon selatan, Jumat (24/10/2025). (ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa.) Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer memperingati HUT ke-80 PBB di Naqoura, Lebanon selatan, Jumat (24/10/2025). (ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Insiden antara pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan yang tergabung dalam UNIFIL dan militer Israel IDF kembali terjadi. Kali ini, pasukan Israel menghentikan konvoi kendaraan UNIFIL yang tengah menuju markas di Naqoura.

Dalam keterangan resminya, UNIFIL menyampaikan bahwa peristiwa tersebut berlangsung pada Selasa sore waktu setempat.

“Kemarin sore, sebuah konvoi rutin yang mengangkut penjaga perdamaian militer dan sipil, serta kontraktor penting, dari Beirut menuju markas UNIFIL dihentikan oleh personel Pasukan Pertahanan Israel (IDF) beberapa kilometer dari tujuan mereka di Naqoura,” ungkap UNIFIL.

UNIFIL menuturkan bahwa kendaraan berlogo PBB itu akhirnya diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

"Namun, para kontraktor lokal diminta kembali ke Beirut dengan pengamanan, meskipun konvoi tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan sepenuhnya, termasuk kehadiran mereka," beber UNIFIL.

Menurut UNIFIL, kejadian seperti ini bukan yang pertama kali terjadi.

Baca Juga: Ngeri! Tentara UNIFIL Asal Spanyol Sempat Ditahan Israel Saat Kirim Logistik ke Kontingen Indonesia

“Ini bukan insiden terisolasi. Pembatasan serupa, baik melalui blokade fisik di jalan maupun pembatalan izin yang telah diberikan sebelumnya, telah mempengaruhi penjaga perdamaian maupun personel penting yang mendukung mereka,” jelas UNIFIL.

UNIFIL juga menyoroti bahwa tindakan IDF tersebut berpotensi mengganggu kelancaran distribusi logistik penting, seperti makanan, bahan bakar, dan air, ke berbagai posisi mereka, khususnya di sepanjang Garis Biru.

“Meskipun tantangan tersebut sejauh ini masih dapat diatasi, pembatasan pergerakan yang berkelanjutan berisiko melemahkan keberlangsungan operasi, termasuk kemampuan penjaga perdamaian untuk melaksanakan mandat pelaporan atas pelanggaran Resolusi 1701,” kata mereka.

Sebagai informasi, Resolusi 1701 merupakan ketetapan Dewan Keamanan PBB yang mengatur gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah setelah konflik di Lebanon selatan. Resolusi ini mencakup penarikan pasukan Israel, penguatan mandat UNIFIL, serta penetapan Garis Biru sebagai batas pemantauan.

Ilustrasi - Sejumlah personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL sujud syukur usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026), setelah melaks <b>(Istimewa)</b> Ilustrasi - Sejumlah personel TNI AL dari Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL sujud syukur usai turun dari KRI Sultan Iskandar Muda-367 setibanya di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026), setelah melaks (Istimewa)

UNIFIL pun kembali mendesak pihak Israel agar mematuhi kesepakatan yang telah disepakati.

“Kami kembali menyerukan kepada IDF untuk menghormati kesepakatan yang telah dibuat dan memenuhi kewajibannya dalam menjamin keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian, serta kebebasan bergerak bagi seluruh patroli dan konvoi logistik UNIFIL,” kata UNIFIL.

Sebelumnya, pada 12 April 2026, UNIFIL juga melaporkan insiden lain yang melibatkan kendaraan militernya.

"Pada dua kesempatan hari ini, tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menabrak kendaraan UNIFIL dengan sebuah tank Merkava, dan dalam salah satu insiden menyebabkan kerusakan signifikan. Para tentara tersebut telah memblokir jalan di Bayada yang digunakan untuk mengakses posisi-posisi UNIFIL," ujarnya.

x|close