Infografik: Kemenhaj Siapkan Layanan Khusus untuk Lansia dan Disabilitas di Haji 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Apr 2026, 13:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyediakan layanan bagi jamaah calon haji lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 lebih inklusif. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyediakan layanan bagi jamaah calon haji lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 lebih inklusif. (Antara)


Ntvnews.id
, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan berbagai layanan khusus bagi jamaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Langkah ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan haji berjalan lebih inklusif dan ramah bagi seluruh jamaah, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih intensif.

Berdasarkan data Kemenhaj per 15 April 2026, jumlah jamaah lansia berusia di atas 65 tahun mencapai 44.611 orang.

Baca Juga: Kemlu dan Kemenhaj Koordinasi Ketat, Keamanan Jamaah Haji 2026 Jadi Prioritas

Selain itu, terdapat 405 jamaah penyandang disabilitas serta 305 jamaah pengguna kursi roda yang juga akan mendapatkan layanan khusus selama pelaksanaan ibadah haji.

Kemenhaj menyediakan berbagai jenis layanan, mulai dari pendampingan khusus oleh petugas haji hingga penyediaan fasilitas pendukung seperti kursi roda, obat-obatan, perlengkapan P3K, serta layanan psikologis.

Jamaah lansia dan penyandang disabilitas juga mendapatkan prioritas dalam layanan akomodasi, konsumsi, dan kesehatan untuk menunjang kenyamanan selama beribadah.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan fasilitas mobilitas seperti jalur prioritas dan bantuan petugas, termasuk layanan badal saat puncak haji.

Tim medis juga disiagakan untuk memantau kondisi jamaah yang memiliki risiko kesehatan tinggi.

Berbagai upaya ini diharapkan mampu meminimalkan kendala yang dihadapi jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan jamaah.

Baca Juga: Wamen Haji Ingatkan Petugas Fokus Layani Jamaah, Hindari Flexing di Tanah Suci

“Ada pendekatan spesifik berbasis kebutuhan jamaah, terutama bagi lansia dan disabilitas yang memerlukan pendampingan lebih intensif,” ujarnya.

Dengan layanan tersebut, pemerintah berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Berikut Infografiknya:

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyediakan layanan bagi jamaah calon haji lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 lebih inklusif. <b>(Antara)</b> Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyediakan layanan bagi jamaah calon haji lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 lebih inklusif. (Antara)

x|close