Ntvnews.id, Gaza - Dua kontraktor sipil yang bertugas mengantarkan air untuk anak-anak dilaporkan tewas ditembak oleh pasukan Israel di wilayah utara Gaza. Insiden tersebut memicu kemarahan dari UNICEF.
"UNICEF sangat marah atas pembunuhan dua pengemudi truk yang dikontrak oleh UNICEF untuk menyediakan air bersih bagi keluarga di Jalur Gaza," kata UNICEF dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari AFP, Senin, 20 April 2026.
Saat dikonfirmasi oleh AFP, pihak militer Israel menyatakan bahwa pasukan mereka melihat "dua teroris bersenjata di area Garis Kuning"—yang merupakan batas wilayah di bawah kendali Israel—mendekat. Kondisi tersebut membuat mereka "melepaskan tembakan". Israel juga menyebut tengah meninjau insiden tersebut.
UNICEF menjelaskan bahwa kejadian berlangsung di titik pengisian air Mansoura di Gaza utara, yang menjadi "satu-satunya titik pengisian truk operasional untuk jalur pasokan air Mekorot yang melayani Kota Gaza".
Baca Juga: Rumah Zakat dan Nusantara TV Kirim Misi Kemanusiaan ke Gaza
"Insiden tersebut, yang mengakibatkan dua orang lainnya terluka, terjadi selama operasi pengangkutan air rutin, tanpa perubahan pergerakan atau prosedur," kata UNICEF.
Lembaga itu menambahkan bahwa lokasi tersebut digunakan berkali-kali setiap hari oleh UNICEF bersama mitra kemanusiaannya. Namun, setelah insiden penembakan, seluruh aktivitas di titik pengisian air tersebut dihentikan sementara.
UNICEF juga mendesak otoritas Israel untuk segera melakukan investigasi menyeluruh serta memastikan pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.
Ilustrasi - Jalur Gaza setelah gencata senjata. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)