Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa delegasi AS tengah menuju Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan perundingan dengan Iran. Rombongan tersebut dijadwalkan tiba pada Senin malam waktu setempat.
“Perwakilan saya akan berangkat ke Islamabad, Pakistan. Mereka akan berada di sana besok malam untuk melakukan negosiasi,” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya, Minggu, 19 April 2026.
Dalam pernyataannya, Trump juga menuding Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan melancarkan serangan di Selat Hormuz. Ia mengklaim pasukan Iran menargetkan sejumlah kapal yang melintas di jalur strategis tersebut, termasuk kapal asal Prancis dan kapal kargo berbendera Inggris.
Dilansir dari Anadolu, Senin, 20 April 2026, Trump turut menyoroti ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz, yang menurutnya justru akan merugikan negara tersebut. Ia menegaskan bahwa jalur pelayaran global tetap berjalan normal, termasuk kapal-kapal yang menuju Amerika Serikat dan beroperasi ke pelabuhan di Texas, Louisiana, dan Alaska.
Baca Juga: Trump Kecam Walikota soal Rencana Pajak Rumah Mewah di New York: Ini Tak Berhasil
Selain itu, Trump menyampaikan bahwa pemerintah AS telah menawarkan kesepakatan yang disebutnya “adil dan masuk akal” kepada Iran. Namun, ia juga memberikan peringatan keras terkait potensi eskalasi jika tawaran tersebut ditolak.
“Kami menawarkan KESEPAKATAN yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap Pembangkit Listrik, dan setiap Jembatan, di Iran,” tulisnya.
Trump juga melontarkan kritik terhadap kebijakan pemerintahan AS sebelumnya yang dinilai gagal menangani Iran selama bertahun-tahun. Ia kembali menegaskan sikap tegas Washington, sembari berharap Iran menerima proposal tersebut demi mencegah meningkatnya ketegangan.
Ilustrasi - Presiden AS Donald Trump (depan) menghadiri konferensi pers setelah KTT NATO di Den Haag, Belanda, pada 25 Juni 2025. ANTARA/HO- Xinhua/Zhao Dingzhe/pri. (Antara)