Iran Tetapkan Syarat Ketat bagi Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). /ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa. Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). /ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan empat ketentuan bagi kapal-kapal yang ingin melintas di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata.

Kebijakan ini diterbitkan setelah pemerintah Iran menyatakan membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut secara penuh, dengan syarat Israel dan Lebanon menjalankan kesepakatan gencatan senjata.

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon sendiri berlangsung selama 10 hari, usai pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Kamis, 16 April 2026.

Mengutip Tasnim, berikut aturan baru yang diberlakukan Angkatan Laut IRGC di Selat Hormuz:

  1. Kapal sipil hanya diizinkan melintas melalui jalur yang telah ditentukan oleh Iran.

  2. Kapal militer tetap tidak diperbolehkan melewati Selat Hormuz.

  3. Setiap aktivitas pelayaran harus mendapatkan izin dari Angkatan Laut IRGC.

  4. Pergerakan kapal wajib mengikuti kesepakatan masa tenang di medan perang serta setelah implementasi gencatan senjata di Lebanon.

Sebelumnya, sumber yang dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menjelaskan aspek baru dari kesepakatan Iran dan Amerika Serikat terkait Selat Hormuz selama masa gencatan senjata dua minggu.

Sejak awal gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada Sabtu, 11 April 2026 Iran seharusnya mengizinkan sejumlah kapal melintas setiap hari.

Baca Juga: Ketegangan Meningkat, UKMTO Laporkan 3 Insiden Maritim di Selat Hormuz

"Namun, setelah gencatan senjata di Lebanon gagal diterapkan dan perjanjian gencatan senjata gagal mencakup Hizbullah dan Israel, Iran menangguhkan perjanjian tentang lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz," kata sumber itu.

Sumber tersebut juga menegaskan bahwa sejumlah prasyarat, termasuk keberhasilan gencatan senjata di Lebanon, menjadi faktor utama dalam keputusan Iran untuk membuka kembali jalur strategis tersebut.

Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/aa.) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/aa.) (Antara)

Meski sempat dibuka pada Jumat, 17 April 2026, Selat Hormuz kembali ditutup hanya beberapa jam kemudian. Pusat Komando Militer Iran menyatakan langkah tersebut diambil setelah menuding Amerika Serikat masih melakukan blokade terhadap jalur tersebut.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan pihaknya siap menutup kembali Selat Hormuz jika AS terus memblokade seluruh pelabuhan Iran.

"Jika blokade ini terus berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka," tulis Ghalibaf di X.

Ia juga menambahkan bahwa akses melalui jalur perairan strategis tersebut sepenuhnya bergantung pada izin dari Iran.

x|close