Spanyol Desak Uni Eropa Putus Perjanjian dengan Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 09:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia (23/5/2025). Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia (23/5/2025). (Antara)

Ntvnews.id, Madrid - Perdana Menteri Pedro Sanchez menyatakan akan mengajukan usulan kepada Uni Eropa untuk mengakhiri perjanjian asosiasi dengan Israel. Langkah ini diambil menyusul tudingan pelanggaran hukum internasional terkait konflik di Gaza dan serangan terhadap Lebanon.

"Pada hari Selasa, pemerintah Spanyol akan mengajukan proposal kepada Uni Eropa agar Uni Eropa memutuskan perjanjian asosiasinya dengan Israel," kata Sanchez dalam sebuah rapat umum politik di Andalusia dilansir dari AFP, Senin, 20 April 2026.

Ia menegaskan bahwa Israel "melanggar hukum internasional" sehingga "tidak dapat menjadi mitra Uni Eropa... sesederhana itu".

Pernyataan tersebut merupakan bagian dari sikap tegas Spanyol yang dalam beberapa bulan terakhir semakin vokal mengkritik kebijakan pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Baca Juga: IMF: Uni Eropa Terancam Resesi Akibat Konflik Timur Tengah

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar membalas melalui media sosial dengan menyatakan negaranya tidak akan menerima kritik yang dianggap munafik, seraya menyinggung hubungan Spanyol dengan negara lain seperti Turki dan Venezuela.

Perjanjian asosiasi yang diteken pada Juni 2000 tersebut menjadi dasar kerja sama antara Uni Eropa dan Israel, termasuk dalam bidang perdagangan dan hubungan politik, serta memuat kewajiban penghormatan terhadap hak asasi manusia.

PM Spanyol Pedro Sanchez. <b>(BBC)</b> PM Spanyol Pedro Sanchez. (BBC)

Sebelumnya, Spanyol bersama Irlandia telah lebih dulu mendorong peninjauan terhadap perjanjian tersebut sejak 2024, terutama terkait serangan Israel di Gaza.

Ketegangan diplomatik antara kedua negara pun meningkat setelah Spanyol mengakui negara Palestina, yang memicu reaksi keras dari Israel. Bahkan, Madrid bersama Irlandia dan Slovenia kembali mengirim surat kepada Komisi Eropa untuk meminta agar isu ini dibahas dalam pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa berikutnya.

Dalam perkembangan terbaru, Netanyahu juga menuding Spanyol menjalankan kampanye diplomatik yang bersifat bermusuhan terhadap Israel, serta mengambil langkah-langkah pembatasan kerja sama terkait upaya stabilisasi Gaza pascakonflik.

x|close