Iran Peringatkan Keamanan Selat Hormuz Terancam Jika Ekspor Minyak Dibatasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 13:33
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref. /ANTARA/Anadolu/py. Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id

Istanbul - Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref pada Senin, 20 April 2026, menyampaikan peringatan bahwa stabilitas keamanan di Selat Hormuz tidak dapat dijamin apabila ekspor minyak Iran terus dibatasi.

“Tidak seorang pun dapat membatasi ekspor minyak Iran sambil mengharapkan keamanan bebas bagi pihak lain,” kata Aref melalui platform X.

“Keamanan Selat Hormuz tidaklah gratis,” tambahnya.

Aref menegaskan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada dua pilihan besar, yakni “pasar minyak yang bebas untuk semua” atau “biaya besar bagi semua pihak.”

Selain itu, ia juga menekankan bahwa kestabilan harga energi global sangat bergantung pada “penghentian tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran dan sekutunya secara terjamin dan berkelanjutan.”

Baca Juga: AS Terapkan Blokade Laut ke Pelabuhan Iran, Tegaskan Bukan di Selat Hormuz

Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Aksi tersebut kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke wilayah Israel serta beberapa negara di kawasan yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan gabungan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.300 orang, sebelum akhirnya Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April 2026, yang dimediasi oleh Pakistan.

Baca Juga: Iran Tak Akan Hadiri Negosiasi Kedua dengan AS di Tengah Blokade dan Eskalasi

Saat ini, kedua pihak tengah bersiap melanjutkan putaran kedua perundingan di Islamabad pada Selasa, 21 April 2026, setelah perundingan sebelumnya yang berlangsung pada 11–12 April 2026 belum menghasilkan kesepakatan.

Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat juga telah memberlakukan blokade laut terhadap Iran sejak 13 April 2026.

(Sumber: Antara)

x|close