Rano Karno: Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen, Meningkat Dibanding 2024

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 13:20
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Rano Karno Rano Karno (YouTube DPRD DKI Jakarta)

Ntvnews.id, Jakarta - Perekonomian DKI Jakarta menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi ibu kota mencapai 5,21 persen, meningkat dibanding tahun 2024 yang berada di angka 4,91 persen.

Capaian tersebut juga menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya sejak pandemi, pertumbuhan ekonomi Jakarta berhasil melampaui rata-rata nasional yang tercatat 5,11 persen.

Hal ini disampaikan Rano Karno saat membacakan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin, 20 April 2026.

"Perekonomian Jakarta tetap tumbuh relatif tinggi mencapai 5,21 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 4,91 persen, serta untuk pertama kali sejak pandemi berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,11 persen," ujarnya.

Selain pertumbuhan ekonomi yang solid, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta atas dasar harga berlaku juga mencapai angka fantastis, yakni Rp3.926 triliun pada tahun 2025.

Baca Juga: Revitalisasi Kota Tua Digenjot, Rano Karno: Kembalikan Identitas Jakarta

Rano Karno dan Pramono Anung <b>(NTVNews.id/ Adiansyah)</b> Rano Karno dan Pramono Anung (NTVNews.id/ Adiansyah)

Menurut Rano Karno, capaian ini tergolong sangat baik mengingat kondisi ekonomi global masih dipenuhi ketidakpastian. Di tengah tekanan internasional, Jakarta tetap mampu menjaga stabilitas dan mencatat pertumbuhan positif.

Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen ekonomi mengalami peningkatan. Pertumbuhan tertinggi berasal dari komponen ekspor, pengeluaran konsumsi pemerintah, hingga aktivitas rumah tangga dan jasa lainnya.

"Adapun dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum," ucap Rano lagi.

Sementara dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai sektor, di antaranya penyediaan akomodasi, hotel dan penginapan, hingga restoran dan makan minum.

Selain pertumbuhan ekonomi, tren inflasi Jakarta sepanjang 2025 juga disebut cenderung menurun dan tetap terkendali. Inflasi year on year pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,63 persen.

Adapun penyumbang utama inflasi berasal dari perumahan, Air dan listrik, bahan bakar rumah tangga, makanan dan minuman, hingga produk tembakau.

"Komoditas utama penyumbang inflasi bersumber dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta makanan, minuman, dan tembakau," terang Rano Karno.

x|close