Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah foto yang menyebar luas di media sosial memicu perhatian publik setelah memperlihatkan seorang tentara memukul patung Yesus Kristus menggunakan palu besar. Israel Defense Forces mengonfirmasi bahwa gambar tersebut autentik, sekaligus membenarkan bahwa sosok dalam foto merupakan prajurit mereka. Insiden ini disebut terjadi di wilayah selatan Lebanon dan kini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut.
Dalam foto yang dilaporkan oleh AFP pada Senin (20/4/2026), tampak seorang tentara berseragam militer Israel menghantam bagian kepala patung Yesus dengan palu godam. Patung tersebut terlihat sudah terjatuh dari salibnya dan terbalik di atas tanah saat aksi itu berlangsung.
Sejumlah media lokal Arab melaporkan bahwa patung tersebut berada di desa Kristen Debl, yang terletak di Lebanon selatan, dekat perbatasan dengan Israel. Pihak otoritas setempat di Debl membenarkan lokasi patung tersebut, namun belum dapat memastikan apakah patung itu benar-benar mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Baca Juga: Ada Pertanda Positif, Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh Lebih dari 5% di Tengah Gejolak Global
Militer Israel melalui pernyataan di platform X menegaskan bahwa mereka menanggapi kasus ini dengan serius.
"Perilaku tentara tersebut sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan dari pasukannya," tegas militer Israel dalam pernyataannya.
Dalam klarifikasi lebih lanjut, mereka menyatakan:
"Setelah menuntaskan pemeriksaan awal mengenai foto yang dipublikasikan sebelumnya pada hari ini tentang seorang tentara IDF yang merusak simbol Kristen, telah dipastikan bahwa foto tersebut menunjukkan seorang tentara IDF yang beroperasi di Lebanon selatan."
Penyelidikan terhadap insiden ini kini ditangani oleh Komando Utara militer Israel. Proses tersebut disebut sedang berjalan melalui jalur komando internal.
"Langkah-langkah yang tepat akan diambil terhadap mereka yang terlibat," tegas militer Israel, tanpa merinci bentuk tindakan yang akan dijatuhkan.
Baca Juga: Rokok Ilegal Gerus Penerimaan Negara, Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar
Selain itu, pihak militer juga menyatakan tengah berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk mengembalikan patung tersebut ke posisi semula.
Peristiwa ini terjadi di tengah memanasnya konflik di kawasan. Lebanon terlibat dalam eskalasi konflik Timur Tengah sejak 2 Maret, ketika kelompok Hizbullah meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.
Sebagai respons, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi di Lebanon. Operasi militer juga diperluas dengan pengerahan pasukan darat ke wilayah selatan Lebanon.
Meski gencatan senjata selama 10 hari yang dimediasi oleh Amerika Serikat mulai berlaku sejak Jumat (17/4), pasukan Israel masih mempertahankan posisi mereka jauh di dalam wilayah Lebanon bagian selatan.
Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon (RTE)