Ntvnews.id, Tel Aviv - Aksi seorang tentara Israel yang memukul patung Yesus Kristus menggunakan palu besar di wilayah Lebanon menjadi viral di media sosial. Tindakan tersebut menyebabkan patung mengalami kerusakan.
Dilansir dari AFP, Selasa, 21 April 2026, militer Israel telah mengonfirmasi keaslian foto yang beredar dan membenarkan bahwa sosok dalam gambar tersebut merupakan salah satu prajurit mereka. Otoritas di Tel Aviv kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut atas insiden tersebut.
Dalam gambar yang beredar, terlihat seorang tentara berseragam militer Israel menghantam bagian kepala patung Yesus dengan palu godam. Patung tersebut tampak dalam posisi terbalik di atas tanah setelah jatuh dari salibnya.
Laporan media Arab menyebutkan patung itu berada di desa Kristen Debl, kawasan Lebanon selatan yang berdekatan dengan perbatasan Israel. Pihak otoritas setempat mengonfirmasi lokasi patung tersebut, namun belum dapat memastikan tingkat kerusakan yang terjadi.
Melalui pernyataan di platform X pada Senin, 20 April 2026, Israel Defense Forces (IDF) menegaskan bahwa mereka memandang insiden ini sebagai hal yang "sangat serius".
Baca Juga: Trump Diduga Transfer Dana BoP Rp263 Triliun ke Israel, Warga Gaza Hanya Bisa Gigit Jari
"Perilaku tentara tersebut sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan dari pasukannya," tegas militer Israel.
"Setelah menuntaskan pemeriksaan awal mengenai foto yang dipublikasikan sebelumnya pada hari ini tentang seorang tentara IDF yang merusak simbol Kristen, telah dipastikan bahwa foto tersebut menunjukkan seorang tentara IDF yang beroperasi di Lebanon selatan," lanjut pernyataan tersebut.
Militer Israel juga menyampaikan bahwa kasus ini sedang diselidiki oleh Komando Utara dan saat ini tengah "ditangani melalui jalur komando".
Ilustrasi gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri.) (Antara)
"Langkah-langkah yang tepat akan diambil terhadap mereka yang terlibat," tegas pihak militer, tanpa merinci sanksi yang akan dijatuhkan.
Selain itu, IDF menyatakan pihaknya akan bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk memulihkan patung tersebut ke posisi semula.
Lebanon sendiri terseret dalam konflik kawasan sejak 2 Maret lalu, setelah kelompok Hezbollah yang didukung Iran melancarkan serangan roket ke wilayah Israel.
Baca Juga: Suriah Mulai Buka Dialog dengan Israel, Apa yang Dibahas?
Sebagai balasan, Israel melakukan serangan udara besar-besaran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 2.000 orang serta menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi. Pasukan darat Israel juga dikerahkan ke wilayah selatan Lebanon, dekat perbatasan kedua negara.
Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku sejak Jumat, 17 April 2026. Meski demikian, pasukan Israel masih bertahan di sejumlah wilayah di Lebanon selatan.
Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon (RTE)