Ntvnews.id, Beirut - Media di Lebanon melaporkan sebuah drone milik Israel menyerang wilayah selatan negara itu, meski kedua pihak tengah menjalani masa gencatan senjata selama 10 hari.
Dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 21 April 2026,, serangan terjadi pada hari yang sama waktu setempat. Kantor Berita Nasional Lebanon menyebut bahwa "sebuah drone musuh menargetkan sekitar Sungai Litani di kota Qaqaiyat al-Jisr", tanpa memberikan informasi awal mengenai korban.
Tim Pertahanan Sipil Lebanon kemudian menemukan dua jenazah di kawasan jembatan di selatan negara tersebut. Kedua korban ditemukan di dalam sebuah kendaraan yang tertimbun reruntuhan akibat serangan udara Israel sebelumnya yang menghantam Jembatan Qasmiyah di atas Sungai Litani beberapa pekan lalu.
Jenazah tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat, menurut keterangan pihak Pertahanan Sipil.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump pada Kamis, 16 April 2026, mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat di Tel Aviv dan Beirut.
Baca Juga: Tentara Prancis Tewas di Lebanon, Macron Kecam Serangan
"Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan Presiden Joseph Aoun yang sangat dihormati, dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu, dari Israel. Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata selama 10 hari pada pukul 17.00 sore EST," kata Trump melalui Truth Social.
Kesepakatan tersebut diumumkan setelah berlangsungnya pembicaraan langsung yang jarang terjadi antara perwakilan Israel dan Lebanon di Washington DC dengan mediasi Amerika Serikat pada 14 April.
Konflik di Lebanon sendiri telah berlangsung sejak 2 Maret, ketika kelompok Hezbollah yang didukung Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel, sehingga memicu eskalasi konflik di kawasan.
Foto kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026). ANTARA FOTO/ Xinhua/Bilal Jawich/tom. (Antara)