BGN: SDM Jadi Prioritas Utama Pembangunan Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 07:22
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tangkapan virtual Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam agenda Peluncuran Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan United Nations Children's Fund (UNICEF) Periode 2026-2030 di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (20/4/2026). ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas Tangkapan virtual Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam agenda Peluncuran Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan United Nations Children's Fund (UNICEF) Periode 2026-2030 di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (20/4/2026). ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa Indonesia menempatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai fokus utama dalam pembangunan nasional.

“Saya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kepala Bappenas, yang menunjukkan bahwa Indonesia menempatkan SDM sebagai prioritas pembangunan, dan di pemerintahan Pak Prabowo Subianto, SDM ditempatkan sebagai prioritas utama dan mendapatkan perhatian yang cukup luas,” ungkapnya dalam agenda peluncuran kerja sama pemerintah Indonesia dengan UNICEF periode 2026–2030 di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin 20 April 2026.

Dalam kegiatan tersebut, diluncurkan Country Program Action Plan (CPAP) 2026–2030 sebagai kelanjutan kerja sama antara Indonesia dan UNICEF dalam mendukung pembangunan nasional.

Kerja sama ini telah berlangsung selama 60 tahun sejak penandatanganan Basic Cooperation Agreement (BCA), yang kemudian diimplementasikan melalui siklus program lima tahunan bernama CPAP.

Baca Juga: BGN Bentuk Tim Optimalisasi MBG agar Tepat Sasaran

Saat ini, siklus yang dijalankan telah memasuki periode ke-13.

Dadan menyampaikan bahwa selama lima tahun terakhir, kolaborasi tersebut telah menghasilkan berbagai capaian penting dalam pemenuhan hak anak, terutama di sektor gizi, air bersih, sanitasi, kesehatan, higiene, pendidikan, perlindungan anak, serta kebijakan sosial.

Beberapa capaian utama antara lain distribusi lebih dari 77 juta dosis vaksin COVID-19, pembentukan pusat keunggulan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pengembalian 105 ribu anak ke sistem pendidikan, termasuk melindungi 237 ribu anak dari risiko putus sekolah.

Kerja sama periode 2026–2030 akan mencakup berbagai aspek, seperti gizi, kesehatan, pendidikan, aksi iklim, air bersih, sanitasi dan higiene, perlindungan anak, serta kebijakan sosial, dengan dukungan koordinasi lintas sektor.

Dadan juga mengapresiasi peran UNICEF sebagai lembaga internasional yang konsisten memperjuangkan hak anak, termasuk di Indonesia.

“Dengan kehadiran Badan Gizi Nasional, ini adalah program pemerintah yang utama dari pemerintahan Pak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, menjamin hak anak atas gizi. Ini diperhatikan mulai dari anak dalam kandungan sampai anak sampai usia 18 tahun. Jadi, tidak akan ada anak yang terlewatkan haknya,” ujar dia.

“Oleh sebab itu, pemerintah Prabowo Subianto melalui Badan Gizi Nasional menempatkan anggaran yang menurut saya cukup luar biasa, sehingga seluruh anak diminta dan diharuskan untuk mendapatkan haknya,” ucap Kepala BGN.

Hingga April 2026, sekitar 62 juta anak Indonesia telah mendapatkan akses terhadap gizi seimbang guna mendukung pertumbuhan yang sehat, cerdas, dan optimal.

Baca Juga: BGN Siapkan 900 SPPG di Wilayah 3T untuk Percepat Program Makanan Bergizi Gratis

BGN sendiri telah mengalokasikan lebih dari Rp60 triliun untuk intervensi pemenuhan gizi anak agar seluruh anak memperoleh hak minimum atas gizi seimbang.

Dadan berharap kemitraan strategis antara pemerintah Indonesia dan UNICEF dapat terus berlanjut dengan baik ke depannya.

“Mudah-mudahan kerjasama ini tetap dapat dilanjutkan dan kemitraan ini menjadi kemitraan yang saling menguntungkan, baik untuk pemerintah Indonesia maupun UNICEF,” kata Dadan.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More
x|close