Kasatpol PP DKI Ungkap Banyak Anggota Alami Darah Tinggi Akibat Beban Kerja Berat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 15:54
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Satpol PP DKI Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Monas Satpol PP DKI Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Monas (Ist)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengungkapkan banyak anggotanya mengalami tekanan darah tinggi akibat beban kerja berat, jam tugas panjang, serta minimnya fasilitas istirahat.

Menurut Satriadi, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Banyak anggota Satpol PP tercatat memiliki tekanan darah tinggi. Kondisi ini diduga dipicu oleh kelelahan, stres kerja, serta pola istirahat yang tidak memadai.

"Kemarin kami melakukan cek, medical check-up, ternyata tensi darah, tensi tingginya luar biasa. Nah itu mungkin mohon Bapak Ibu Komisi A bisa memperhatikan kami," ucapnya dalam rapat bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Satriadi juga menjelaskan bahwa sebagian anggota Satpol PP harus bekerja sangat lama karena kekurangan personel. Di sejumlah wilayah, petugas bahkan disebut bisa bertugas hingga 36 jam.

Kondisi itu terjadi karena jumlah anggota di tiap kelurahan hanya sekitar 7 sampai 10 orang, sementara tanggung jawab pengamanan dan penertiban berjalan selama 24 jam.

Selain jam kerja berat, fasilitas istirahat juga menjadi persoalan utama. Banyak anggota Satpol PP yang berjaga di kantor kelurahan tidak memiliki ruang istirahat layak. Akibatnya, mereka terpaksa beristirahat di musala hingga lorong kantor.

Baca Juga: Curhat Kasatpol PP DKI: Beban Kerja Berat, Anggota Ada yang Bertugas hingga 36 Jam

Satriadi Gunawan <b>(Pemrov DKI/ ntvnews.id)</b> Satriadi Gunawan (Pemrov DKI/ ntvnews.id)

"Nah sekarang masih numpang di musala, kadang-kadang di lorong," ungkapnya.

Padahal keesokan harinya mereka tetap harus turun ke lapangan melakukan penertiban. Satriadi juga mengungkapkan bahwa dalam hampir satu tahun terakhir, sekitar 35 anggota Satpol PP meninggal dunia. Jumlah tersebut hampir setara dengan tahun sebelumnya yang mencapai 42 orang.

Ia menilai kondisi kerja yang berat dan keterbatasan sarana menjadi faktor yang harus segera dibenahi. Ia juga berharap ada sistem kerja yang lebih manusiawi agar stamina anggota tetap terjaga.

Ia mencontohkan pola kerja seperti petugas pemadam kebakaran, yakni satu hari piket dan dua hari libur, sehingga personel memiliki waktu pemulihan yang cukup.

"Jadi ada apa namanya, yang sifatnya ya menjaga stamina lah kemanusiaan itu," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Satriadi juga mengapresiasi dukungan Komisi A DPRD DKI Jakarta yang telah membantu penyediaan makan dan minum bagi anggota yang sedang piket. Menurutnya, perhatian kecil tersebut sangat berarti bagi personel yang bertugas siang dan malam.

"Makanya kami minta tolong dukungan dari para anggota ketua dan anggota Komisi A untuk perhatian terkait dengan sarna perasaan tempat istirahat di anggota satpol pp di kantor kelurahan," ungkapnya.

x|close