A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Ini Awal Mula Terbongkarnya Kekerasan Anak di Daycare Jogja - Ntvnews.id

Ini Awal Mula Terbongkarnya Kekerasan Anak di Daycare Jogja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Apr 2026, 22:40
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Anak-anak yang diduga jadi korban kekerasan di daycare kawasan Yogyakarta. Anak-anak yang diduga jadi korban kekerasan di daycare kawasan Yogyakarta. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Dugaan kekerasan terhadap anak-anak di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha di Sorosutan, Kota Yogyakarta, terbongkar. Persoalan ini juga viral di media sosial.

Ada peran mantan karyawan di balik terungkapnya dugaan penganiayaan tersebut. Mulanya, eks karyawan itu melapor ke polisi usai ijazahnya ditahan. Sampai akhirnya daycare digerebek petugas kepolisian.

Menurut Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol. Eva Guna Pandia, penggerebekan daycare Little Aresha berawal dari laporan eks pegawai. Saat masih bekerja, eks pegawai itu merasa janggal dengan perlakuan pengasuh terhadap anak-anak yang dititipkan.

"Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi," ujar Pandia, Sabtu, 25 April 2026.

Lantas, pegawai itu memutuskan mengundurkan diri lantaran menilai perlakuan di daycare itu tak sesuai dengan hati nuraninya.

"Tidak sesuai dengan hati nuraninya karena mungkin ada yang dianiaya juga mungkin kan. Ditelantarkan, akhirnya dia merasa tidak sesuai hati nurani minta resign," tuturnya.

Tapi usai mengundurkan diri, ijazah milik pegawai itu justru ditahan oleh pihak daycare. "Ijazahnya ditahan sama pemilik sehingga dia melaporlah ke kita. Sehingga kami dapat informasi seperti itu. Langsung ditindaklanjuti," kata dia.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian menyebut jumlah total korban mencapai 103 anak. Dari jumlah itu, hampir separuhnya dipastikan mengalami kekerasan fisik. Ratusan anak tersebut berusia bayi hingga balita.

"Kalau jumlah semua kita lihat itu 103 anak. Tapi kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya, itu sekitar 53 orang. By data, ya," ujar Adrian.

Di samping itu, petugas kepolisian juga menyaksikan langusng perlakuan tak manusiawi yang dilakukan pengasuh terhadap anak-anak di lokasi saat penggerebekan. "Petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya," jelas dia.

Polisi masih terus mendalami kasus ini, sebelum akhirnya menetapkan tersangka.

x|close