A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Repons Peringatan Trump, Taiwan Tegaskan Tak Diperjualbelikan - Ntvnews.id

Repons Peringatan Trump, Taiwan Tegaskan Tak Diperjualbelikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 05:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Peta Taiwan dan China Peta Taiwan dan China (VOA)

Ntvnews.id, Taipei - Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa Taiwan tidak akan pernah “dijual” kepada pihak mana pun. Ia juga meminta Amerika Serikat tetap melanjutkan penjualan senjata guna menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Lai setelah Presiden AS Donald Trump menyebut penjualan senjata ke Taiwan dapat dijadikan alat tawar dalam hubungan negosiasi dengan China. Beijing sendiri selama ini mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

“Penjualan senjata Amerika Serikat yang berkelanjutan ke Taiwan dan pendalaman kerja sama keamanan Taiwan-AS tidak hanya diperlukan, tetapi juga merupakan elemen kunci dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” kata Lai dalam pernyataan di Facebook seperti dikutip dari AFP, Senin, 18 Mei 2026.

Lai menegaskan Taiwan yang menjadi pusat industri kecerdasan buatan (AI) serta produksi chip semikonduktor global berada di posisi strategis dunia dan tidak dapat dijadikan objek pertukaran kepentingan politik.

Pernyataan itu muncul usai Trump menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Beijing. Dalam kesempatan tersebut, Trump menyebut penjualan senjata kepada Taiwan masih bergantung pada sikap China dan dapat menjadi kartu negosiasi penting bagi Washington.

Baca Juga: Trump Ungkap Pembicaraan Soal Taiwan saat Bertemu Xi Jinping di Beijing

Sikap Trump memicu kekhawatiran di Taipei. Pemerintah Taiwan menilai penjualan senjata dari AS merupakan bagian penting dari komitmen keamanan Washington terhadap pulau tersebut.

Secara hukum, AS memang memiliki kewajiban menyediakan perlengkapan pertahanan bagi Taiwan. Namun, regulasi itu tidak secara tegas menyebut apakah militer AS akan turun langsung membantu Taiwan apabila konflik pecah dengan China.

Di sisi lain, Ketua DPR AS Mike Johnson mendukung pernyataan Lai. Ia menilai posisi Taiwan masuk akal dan menegaskan Washington perlu menunjukkan ketegasan terhadap Beijing.

“China tidak bisa begitu saja mengambil alih tanah, dan kita akan tetap teguh, dan Kongres juga akan demikian,” ujar Johnson.

China Taiwan <b>(Istimewa)</b> China Taiwan (Istimewa)

Belum lama ini, parlemen Taiwan juga menyetujui anggaran pertahanan senilai 25 miliar dolar AS yang sebagian besar dialokasikan untuk pembelian senjata dari Amerika Serikat.

Sementara itu, Trump mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan kebijakan penjualan senjata tersebut dan akan mengambil keputusan dalam waktu dekat.

Lai kembali menuding China sebagai sumber utama ketidakstabilan kawasan. Meski demikian, ia menegaskan Taiwan tidak akan memprovokasi konflik, tetapi tetap mempertahankan sistem demokrasi yang dianutnya.

Baca Juga: China Tawarkan 10 Insentif ke Taiwan, Apa Itu?

“Status quo yang ingin kami pertahankan, tidak ada yang disebut isu 'kemerdekaan Taiwan',” kata Lai. Menurutnya, Taiwan pada dasarnya sudah berdiri sebagai negara merdeka sehingga tidak membutuhkan deklarasi formal.

Di sisi lain, Amerika Serikat secara resmi hanya mengakui Beijing sebagai pemerintah China. Meski begitu, Washington juga tidak secara eksplisit menyatakan penolakan terhadap kemerdekaan Taiwan.

x|close