Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dievakuasi setelah terjadi insiden penembakan saat menghadiri acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih. Usai kejadian tersebut, Trump sempat menyinggung konflik dengan Iran.
Peristiwa penembakan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026 waktu setempat. Setelah dievakuasi, Trump memberikan pernyataan resmi di Gedung Putih.
"Ini tidak akan menghalangi saya untuk memenangkan perang di Iran. Saya tidak tahu apakah itu ada hubungannya dengan itu, saya benar-benar tidak berpikir demikian, berdasarkan apa yang kita ketahui," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih setelah insiden keamanan yang mengejutkan itu seperti dilansir dari AFP, Senin, 27 April 2026/
Trump menyebut kemungkinan keterkaitan insiden tersebut dengan konflik Iran masih belum dapat dipastikan. Ia menambahkan bahwa penyelidikan tengah dilakukan untuk mengungkap motif pelaku, yang disebutnya sebagai 'lone wolf' atau pelaku tunggal.
Sebelumnya, Trump juga membatalkan rencana pengiriman utusan ke Pakistan untuk membahas perdamaian dengan Iran, lantaran tidak puas dengan posisi negosiasi Teheran setelah hampir dua bulan konflik berlangsung.
Baca Juga: Mencekam! Trump Dievakuasi Gegara Baku Tembak di Gedung Putih saat Makan Malam
Pada malam kejadian, Trump menghadiri acara di Hilton Washington DC. Penembakan terjadi di luar ballroom tempat acara berlangsung, memicu kepanikan di dalam ruangan.
Para tamu diminta berlindung dengan bersembunyi di bawah meja atau berbaring di lantai. Agen Secret Service segera bergerak mengamankan Trump dan Melania Trump yang berada di atas panggung.
Selain Trump, Wakil Presiden AS JD Vance juga turut dievakuasi. Sejumlah pejabat tinggi lain seperti Ketua DPR AS Mike Johnson, Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr., dan Menteri Keuangan Scott Bessent juga diamankan ke lokasi yang lebih aman.
Pelaku penembakan berhasil ditangkap dan diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun asal California. Trump memuji respons cepat aparat keamanan dalam menangani situasi tersebut.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menuju Gedung Putih setibanya di Washington, DC, dari Memphis, Tennessee, Amerika Serikat, pada 23 Maret 2026. ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri. (ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri) (Antara)
"Malam yang cukup menegangkan di Washington DC. Dinas Rahasia dan Penegak Hukum melakukan pekerjaan yang fantastis. Mereka bertindak cepat dan berani. Pelaku penembakan telah ditangkap," kata Trump melalui unggahan di Truth Social.
Berdasarkan laporan CNN, Allen diketahui bekerja sebagai guru sekaligus pengembang gim video dari California Selatan dan tinggal di wilayah Torrance, dekat Los Angeles.
Profil LinkedIn yang sesuai menyebut ia merupakan pengajar paruh waktu di C2 Education, lembaga bimbingan belajar, dan pernah mendapat predikat “guru terbaik bulan ini” pada Desember 2024.
Baca Juga: Trump Sebut Iran Terpecah, AS Masih Tunggu Respons Proposal Perdamaian
Allen juga diketahui merupakan lulusan California Institute of Technology pada 2017 dengan gelar teknik mesin, serta meraih gelar master ilmu komputer dari California State University Dominguez Hills pada tahun lalu.
Saat masih kuliah, ia sempat diberitakan media lokal karena mengembangkan prototipe sistem pengereman darurat untuk kursi roda.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)