Serangan Bom Jelang Pilpres Kolombia Tewaskan 14 Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 07:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Ledakan. Ilustrasi Ledakan. ((Antara))

Ntvnews.id, Bogota - Jumlah korban tewas akibat serangan bom di Kolombia menjelang pemilihan presiden meningkat menjadi 14 orang. Sedikitnya 38 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk lima anak-anak. Ledakan tersebut menghancurkan ruas jalan yang tengah ramai di wilayah barat daya negara itu.

Dilansir dari Reuters, Senin, 27 April 2026, insiden ini merupakan bagian dari "gelombang" serangan teror yang terjadi sepanjang akhir pekan, di tengah meningkatnya kembali kekerasan mematikan di Kolombia.

"Sebuah alat peledak diledakkan di Jalan Raya Pan-Amerika, di sektor El Túnel, Cajibío, dalam serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil," ujar Gubernur Cauca Octavio Guzmán melalui unggahan di X.

Guzmán menambahkan bahwa Menteri Pertahanan Kolombia Pedro Sánchez telah berada di lokasi untuk membantu "mengoordinasikan upaya penyelamatan." Ia juga menyebut bahwa otoritas telah "memulai dewan keamanan tingkat nasional untuk menangani situasi serius ini."

Baca Juga: Seri Ledakan Peniada Pokémon TCG Resmi Rilis di Indonesia, Ramai Dibahas Komunitas

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan dampak dahsyat ledakan, dengan kawah besar di tengah jalan serta kendaraan seperti mobil, truk, dan bus yang hancur berserakan di lokasi bersama puing-puing dan korban.

"Kami menghadapi eskalasi terorisme yang membutuhkan respons segera," kata Guzmán, seraya menyampaikan seruan "mendesak" kepada pemerintah pusat untuk memastikan keamanan.

Petugas Palang Merah terlihat melakukan penanganan di sekitar lokasi ledakan di Jalan Raya Pan-Amerika.

Ilustrasi mayat.  <b>(Antara)</b> Ilustrasi mayat. (Antara)

Selain itu, aparat juga menerima laporan aksi kekerasan di sejumlah wilayah lain seperti El Túnel, El Tambo, Caloto, Popayán, Guachené, Mercaderes, dan Miranda. Panglima Angkatan Bersenjata Kolombia Hugo Alejandro López Barreto menyebut rangkaian kejadian tersebut sebagai "gelombang serangan."

Lonjakan kekerasan ini semakin meningkatkan ketegangan menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 31 Mei, dengan isu keamanan menjadi sorotan utama.

Dalam perkembangan politik, senator sayap kiri Ivan Cepeda, yang dikenal sebagai arsitek kebijakan Presiden Gustavo Petro dalam negosiasi dengan kelompok bersenjata, saat ini memimpin hasil jajak pendapat. Ia diikuti kandidat sayap kanan Abelardo de la Espriella dan Paloma Valencia.

x|close