Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk pembangunan hunian baru bagi warga bantaran rel di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Hunian baru dibangun pemerintah pusat, yang menjadi bagian program arahan Presiden Prabowo Subianto tersebut akan dilengkapi akses air bersih, pendidikan, kesehatan, hingga transportasi umum agar warga dapat tinggal dengan nyaman dan aman.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim menyatakan Pemprov DKI siap mendukung penuh kebutuhan infrastruktur dasar di lokasi hunian baru yang berada di Jalan Kramat Raya, Senen.
"Pemprov DKI siap mendukung penuh penyediaan infrastruktur pendukung di lokasi hunian baru (Jalan Kramat Raya, Senen): Air bersih, koordinasi dengan PAM Jaya/PDAM. Kesehatan dan Pendidikan, dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akan memastikan akses layanan existing di sekitar Senen. Transportasi, Dinas Perhubungan akan mengintegrasikan akses angkutan umum. Fasilitas dasar lainnya (listrik, drainase, dll.) sudah menjadi bagian dari standar hunian yang dibangun pusat," ucap Chico dalam keterangannya, Senin, 27 April 2026.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga turut menyiapkan tiga rumah susun sebagai alternatif relokasi sementara bagi warga terdampak, yaitu Rusun Nagrak, Rusun Rorotan, dan Rusun PIK Pulogadung.
Chico Hakim (NTVNews.id/ Adiansyah)
Baca Juga: Seskab Teddy Sebut Hunian Baru Penghuni Pinggir Rel Senen Sudah Jadi
Sesuai RPJMD DKI Jakarta 2025–2029 dan Pergub Nomor 33 Tahun 2024, Pemprov menargetkan penataan seluruh kawasan kumuh di Jakarta. Saat ini tercatat sekitar 445 RW kumuh, dengan 284 RW telah ditangani hingga 2024. Pada 2025, pemerintah menargetkan tambahan penataan 55 RW, lalu berlanjut secara bertahap hingga 2027.
"Target tambahan penataan 55 RW pada 2025, dan rampung secara bertahap hingga 2027," terang Chico.
Program penataan bantaran rel dan kawasan rawan kecelakaan akan terus diperkuat melalui pembangunan hunian vertikal dan kolaborasi dengan pemerintah pusat.
Penataan kawasan bantaran rel diperkirakan membawa dampak besar bagi warga dan tata kota, di antaranya; meningkatkan keselamatan dari risiko kecelakaan kereta api, mengurangi kawasan kumuh dan lingkungan tidak sehat, meningkatkan kualitas hidup warga melalui hunian layak, menata aset negara agar lebih tertib dan produktif, hingga mendorong pendidikan anak dan produktivitas keluarga,
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta memastikan penataan serupa akan dilakukan di kawasan bantaran rel lainnya secara bertahap. Program ini akan melibatkan pemerintah pusat, PT KAI, dan berbagai pihak terkait.
"Ya, Pemprov DKI akan terus melakukan penataan serupa secara bertahap di bantaran rel lainnya, bekerja sama dengan Pemerintah Pusat, PT KAI, dan stakeholder terkait. Pendekatan yang dilakukan meliputi relokasi ke hunian layak, penegakan aturan lahan negara, dan pencegahan okupasi baru (termasuk pagar pembatas di titik rawan)," imbuh Chico.
Pembangunan hunian layak inisiasi Presiden Prabowo bagi warga bantaran rel di Senen. (Bakom)