TNI AU Rencanakan Penempatan Skuadron Tempur di Sulawesi Tenggara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 15:43
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono saat diwawancarai di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (27/4/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono saat diwawancarai di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (27/4/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra (Antara)

Ntvnews.id, Kendari - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara berencana memperkuat pertahanan udara nasional sekaligus mendorong modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan menempatkan skuadron pesawat tempur di wilayah Sulawesi Tenggara.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) M. Tonny Harjono menyampaikan bahwa kekuatan udara tersebut direncanakan akan dipusatkan di Lanud Haluoleo.

"Kami memilih wilayah Sultra karena posisinya sangat strategis bagi Angkatan Udara, yang dapat diibaratkan sebagai gerbang menuju wilayah Indonesia Timur," kata Tonny Harjono usai menghadiri kegiatan Semarak Dirgantara di Kendari, Senin, 27 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap persiapan dan kajian mendalam, termasuk penentuan jenis pesawat tempur berteknologi modern yang akan ditempatkan. Selain itu, TNI AU juga berencana memperkuat satuan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) serta menambah jumlah personel di wilayah tersebut.

Baca Juga: Italia Pertimbangkan Kirim Sistem Pertahanan Udara ke Negara-Negara Teluk

Marsekal Tonny menegaskan bahwa pengembangan ini juga akan melibatkan sumber daya manusia lokal. Putra-putri daerah akan diberi kesempatan untuk bergabung sebagai prajurit dan diharapkan dapat mengabdi kembali di wilayah asal.

"Kami ingin ke depan satuan tempur semakin lengkap, personel bertambah, dan masyarakat lokal turut berperan aktif dalam pengabdian di TNI AU," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai pengembangan pangkalan udara akan memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan konektivitas daerah dan membuka akses ke jaringan internasional.

Baca Juga: BRIN Dorong Sinergi Riset Alutsista guna Perkuat Teknologi Pertahanan Nasional

"Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu membuka akses Sultra ke dunia luar, baik dari sisi pertahanan maupun transportasi udara," ungkap Andi Sumangerukka.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini menjadi bentuk kepercayaan terhadap potensi Sulawesi Tenggara, yang tidak hanya akan memperkuat kedaulatan udara, tetapi juga mendorong pertumbuhan di berbagai sektor strategis.

(Sumber: Antara)

x|close